Kesibukan mengais nafkah sebagai MUA itu pula yang membuat Gloria hanya bisa melayani rias jenazah di Jakarta. Apalagi, tiap kali merias jenazah, Gloria butuh waktu setidaknya 1,5 jam.
Bahkan, jika jenazah meninggal akibat kecelakaan, bisa lebih panjang lagi waktu yang dibutuhkan. Itu seperti yang dia alami saat menangani korban meninggal kecelakaan dengan pendarahan di kepala dua tahun silam.”Saya baru bisa meriasnya setelah luka bekas kecelakaan dijahit. Butuh lebih dari 1,5 jam untuk menyelesaikan riasan,” kenangnya.
Meski tak memungut bayaran, kesungguhan Gloria dan merias jenazah dipuji Joyce Eleanor Noya. Itu berdasar pengalamannya saat Gloria menangani adiknya yang meninggal pada Agustus tahun lalu.
Baca Juga:WNA Mempunyai KTP-El Tidak Melanggar AturanDisdukcapil Terbitkan 27 KTP-el WNA
Kebetulan rumah sang adik bersebelahan dengan Gloria. Gloria juga satu gereja dengannya di GPIB Blok M, Jakarta Selatan. Nama Gloria direkomendasikan pula oleh GPIB untuk merias adiknya.
Tak banyak bicara, dia memasrahkan urusan merias adiknya ke Gloria. Tak sepeser rupiah dia keluarkan. “Dan, hasilnya, cakep banget,” katanya.
Di awal merias jenazah, Gloria mendapatkan alat make-up dari pemberian sejumlah saudara. Tidak jarang, dia juga menggunakan alat riasnya yang tak terpakai lagi. Tapi, seiring banyaknya permintaan merias jenazah, itu tak lagi cukup.
Akhirnya pada 2017 dia membuat sebuah status di akun pribadinya di Facebook. Sebuah status yang menyebutkan bahwa dia menerima donasi make-up kedaluwarsa.
Tidak banyak yang menanggapi. Hasil donasinya juga tak membeludak. Biasa-biasa saja.
Setahun berlalu. Di 2018 Gloria merasa perlu makin masif untuk menyebarkan informasi donasi alat rias. Dia lalu mengunggah sebuah posting-an di feed Instagram-nya. Kemudian, ibu satu anak itu menandai beberapa selebgram hingga beauty influencer.
Lagi-lagi gayung tak bersambut. Bala bantuan tak banyak yang datang juga. Akhirnya, unggahan itu diarsipkan di akunnya. Perasaannya sempat teriris dan miris, mengapa tidak banyak orang yang ingin ikut terlibat. Padahal, cukup mendonasikan alat rias yang tak terpakai atau kedaluwarsa. Bukan alat make-up baru.
Baca Juga:DPMPTSP Masih Menunggu Pengajuan SITU Pedagang PABPDIP Tempati Posisi Teratas di KBB
Untuk masa kedaluwarsa di atas dua tahun, perempuan kelahiran Jakarta itu perlu mengoplosnya dengan baby oil. Supaya tekstur alat riasnya tak kering. Sebab, ketika masa kedaluwarsa lebih dari dua tahun, tekstur alat rias cenderung kering. Lain halnya jika durasi alat rias yang diterimanya di bawah dua tahun.
