Berikan Contoh Masyarakat Menjaga Lingkungan dengan GPS

GPS
NUR AZIZ/JABAR EKSPRESGERAKAN PUNGUT SAMPAH : Beberapa orang ikut melakuakn kegiatan GPS yang menyasar tempat-tempat yang rawan banjir akibat drainase yang tidak berfungsi secara optimal.
0 Komentar

CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna mengapresiasi Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang dilakukan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMA, SMK dan MA se-Kota Cimahi.

Menurut Ajay, yang dilakukan para alumni tersebut patut dicontoh oleh masyarakat lain. Sebab dengan GPS sedikitnya bisa menyelesaikan permasalah sampah di Kota Cimahi, terutama sampah yang berada di drainase yang kerap menyebabkan banjir.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi karena kegiatan ini sangat positif untuk bisa menjaga kebersihan kota ini secara bersama-sama,” ujar Ajay, disela-sela kegiatan, Minggu (27/1)

Baca Juga:Eka Tak Mau Disebut Legenda PersibMade Sebut Persib Kurang Beruntung

Apa yang dilakukan mereka, kata Ajay, memang patut diberikan apresiasi karena sudah peduli terhadap kebersihan lingkungan di Kota Cimahi, sehingga pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan para alumni tersebut.

“Tadi kami dari pemerintah memberikan kantong plastik dan kami juga menurunkan sejumlah petugas kebersihan untuk membantu mereka membersihkan lingkungan,” katanya.

Ajay berharap, untuk ke depan akan ada kesinambungan antara para alumni dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam menjaga dan membersihkan lingkungan Kota Cimahi.

”Kegiatan GPS ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain. Ketika menjaga kebersihan sudah menjadi budaya, maka masalah sampah di Cimahi pun bisa diselesaikan dengan baik, makanya kebersihan ini harus menjadi budaya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni SMAN 2 Cimahi, Brigjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 orang alumni yang peduli terhadap kebersihan lingkungan di Kota Cimahi, khususnya untuk drainase yang kerap menyebabkan banjir karena tersumbat sampah.

”Semakin kesini saya lihat banjir di Kota Cimahi ini semakin parah karena ada gorong-gorong (drainase) yang asalnya besar sekarang sudah menyempit akibat banyak sampah yang tersumbat,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam kegiatan GPS ini pihaknya menyasar tempat-tempat yang rawan banjir akibat drainase yang tidak berfungsi secara optimal.

Baca Juga:Rencanakan Turnamen Sepak BolaMinions Pertahankan Gelar, Gagal Tutup Karir dengan Manis

”Kami kira saat ini kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terutama dalam membuang sampah masih kurang, sehingga kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatanGPS, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat yang lain,” pungkasnya. (ziz)

0 Komentar