KPK Pertimbangkan Pemakaian Senjata

KPK Pertimbangkan Pemakaian Senjata
ISTIMEWA / FAJAR INDONESIA NETWORK
TEROR MOLOTOV: Rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarief dikabarkan dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (9/1/2019) dini hari. Teror bom molotov tersebut terjadi di rumah Syarief di daerah Kalibata Selatan, Jakarta Selatan.
0 Komentar

”Dalam tugas patrolinya selain melakukan pemantauan di dua rumah pimpinan KPK itu. Anggota turut menyampaikan imbauan kepada warga apabila, menemukan hal-hal mencurigakan, dan memerlukan polisi secepatnya, segera menghubungi kantor polisi terdekat,” imbuh Argo.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Raharjo mengaku, ancaman teror ini sama sekali tidak membuatnya takut atau gentar, untuk dapat tetap menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Bahkan, usai teror bom itu, dia tetap beraktivitas seperti biasa.

”Jangan membuat kita takut. Justru, dengan teror ini kita harus terus berjuang. Dukungan dari Anda jelas sangat dibutuhkan,” ujar Agus.

Baca Juga:IKIP Berubah, Stok Guru Jadi TerbatasRumah Terdampak Tembus 738 Unit

Lebih jauh, dia pun mengaku juga, sudah mendengar kabar terkait teror bom yang ada dirumah miliknya, sejenis bom pipa ternyata hanya bom palsu dengan berisi semen putih, bukan mesiu. meski begitu, menurut dia, tetap saja pelaku ingin mengirimkan pesan.

Akan tetapi, soal apa latarbelakang aksi teror yang menimpa dirinya dan Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif itu. Mantan Ketua LKPP ini tidak ingin berspekulasi, dan lebih memilih menyerahkan kasusnya kepada polisi. (riz/fin/tgr)

0 Komentar