SOREANG – Dianggap membahayakan pengendaraan yang sering melintasi jembatan penghubung RW 01- 02 Desa Rancamanyar Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Warga dan Pengurus RW Rancamanyar terpaksa menutup akses jembatan tersebut sejak satu pekan lalu.
Ketua Rw 02 Mumun Mulyana mengatakan, penutupan jembatan tersebut terpaksa dilakukan. Sebab, kondisi jembatan sangat membahayakan, selain banyak lubang dan berkarat jembatan tersebut melintang menyebrangi Sungai Citarum.
“Sudah satu pekan di tutup warga, agar tidak penggunakendaraan motor khususnya yang melintas. Karena kondisi jembatannya sangat membahayakan,” kata Mumun kepada wartawan di Rancamanyar kemarin, (26/12)
Baca Juga:ASN Bolos di Akhir TahunKelurahan Harus Miliki Pelayanan Terbaik
Menurutnya, dulu antara warga RW 01 dan RW 02 satu hamparan. Namun, setelah dibangunnya sungai citarum baru, kedua wilayah tersebut terpisah dan terhalang sungai.
’’Jembatan itu, merupakan konpensasi agar hubungan masyarakat bisa tetap terjalin dan tidak perlu memutar jalan ke jembatan besar,”kata dia.
Dia menuturkan, sejak dibangun sampai sekarang belum pernah ada pemeliharaan. Sehingga kondisinya memprihatinkan, selain berkarat juga banyak berlubang.
Lebih lanjut Mumun menjelaskan, Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan roda dua, jembatan tersebut banyak dilalui oleh pengendara sebagai jalan pintas untuk menghindari kemacetan.
’’Jadi karena sering dilalui makanya jembatan ini jadi rusak parang sekarang,”kata dia.
Mumun mengatakan, untuk memperbaiki jembatan tersebut pihaknya sudah meminta kepada dinas PUPR namun setelah dikonfirmasi jembatan tersebut merupakan kewenangan dari Balai Besar Sungai (BBWS) Citarum.
“Saya tau itu merupakan kewenangan BBWS, tapi tetap pemerintah harus bisa memberikan solusi. Karena warga dan pengguna jalan dan jembatan kan butuh kenyamanan,” harapnya
Baca Juga:Program SDC dapat Dukungan BappenasNilai Investasi Capai Rp 15 Triliun
Dia berharap, kepada pemerintah kabupaten Bandung dan BBWS bisa duduk bersama untuk mencari solusi pemecahan keluhan masyarakat khususnya warga RW, 1, 2 Desa Rancamanyar. Sebab, jika dibiarkan jembatan bisa ambruk.
“Warga berharap pemerintah kabupaten Bandung dan BBWS bisa memberikan solusi,” pungkasnya (Rus)
