Dia berharap, ke depan peristiwa tertahannya jenazah akibat tidak mampu melunasi tagihan itu tidak terjadi kepada keluarga lain. ”Cukup keluarga saya yang merasakan bagaimana mirisnya ketika jenazah anak tidak bisa segera dibawa pulang dengan alasan tidak dapat melunasi tagihan,” ucapnya.
Masih menurut Toefan, hingga kemarin BPKB motor itu masih di rumah sakit. Bahkan kabarnya pagi kemarin sempat ada perwakilan rumah sakit mendatangi rumah Toefan dan menanyakan kepastian pembayaran tagihan Rp 5 juta tersebut.
Ramainya pemberintaan akhirnya, membuat pihak rumah sakit melunak. Mereka mengembalikan BPKB itu. Tagihan sebesar Rp 5 juta juga dibebaskan. Dianggap lunas.
Baca Juga:Bupati Tunjuk Posisi Pj Sekda BaruBizpark Diminta Bereskan Masalah dengan Warga
Pemkab Cirebon yang paling kelabakan dengan kejadian ini. Apalagi muncul melalui pemberitaan dan menjadi konsumsi publik saat Gubernur Ridwan Kamil berkunjung ke Cirebon.
”Sudah diselesaikan Pak,” ujar Pj Bupati Cirebon Dicky Saromi. Dan, Kamis malam (22/11) sekitar pukul 21.30 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Eni Suhaeni SKM MKes mendatangi RS Sumber Waras. Eni seperti mendapat perintah agar segera menyelesaikan masalah itu. Radar Cirebon juga hadir di rumah sakit. Setelah difasilitasi oleh Eni, pihak rumah sakit akhirnya membebaskan biaya perawatan tersebut.
Dari rumah sakit, Eni lalu meluncur ke rumah pasutri Toefan Nugraha dan Muslika di Desa Gintung Ranjeng, Kecamatan Ciwaringin. Direktur RS Sumber Waras, Wawat Setiamiharja juga tampak ikut. Bahkan di rumah pasien itu, Wawat mengembalikan surat pernyataan jaminan dari keluarga sekaligus menyatakan bahwa tagihan persalinan dihapuskan.
Di sela pertemuan itu, Eni mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Bahkan setelah mendapat laporan dan membaca beritanya di Radar Cirebon, dia langsung menelepon direktur RS Sumber Waras dan meminta jaminan BPKB dikembalikan. ”Dan alhamdulillah pihak rumah sakit merespons (mengembalikan BPKB, red),” katanya.
Eni sebenarnya berniat membayar tagihan itu. Melalui Dana dinas kesehatan. ”Pak direktur berapa sisanya yang belum dibayar, nanti saya eksekusi. Dinas kesehatan akan bayar,” tandasnya. Pada saat itu, Direktur RS Sumber Waras Wawat Setiamiharja tak dapat memutuskan dan melaporkan langsung kepada manajemen. Rupanya setelah melapor itulah, pihak manajemen rumah sakit menyatakan membebaskan biaya persalinan Muslika.
