Mulai Menulis Usia 45, Terbitkan 9 Buku dalam 2 Tahun

NIA KANIA DEWI
ISTIMEWA FOR JABAR EKSPRES
PEMICU MENULIS: Nia Kania Dewi saat memegang plakat Juara 1 Olimpiade Guru Nasional IPS 2016. Even itu pemicu jadi penulis.
1 Komentar

Layaknya penulis amatiran, dia pun sempat mandek di depan laptop cukup lama ketika memulai. Jari cuma ketak-ketik tak pasti. Khas penulis pemula.

Rupanya dia dibayangi ke­takutan. Khawatir keteteran. Sebab, deadline cuma sebulan. Sementara dia juga menger­jakan buku sambil mengajar. Mumet.

Tapi, dia tidak menyerah. Dia memaksakan diri meny­elesaikan penugasan. Dia punya bekal cerita meski mu­lanya sulit ditulis.

Baca Juga:Pemprov Bentuk Forum BUMNASN Disbudpar Dites Urine

”Dari deadline sebulan itu akhirnya muncul buku per­tama saya, judulnya Cerita dari Negeri Bawah Laut. Isinya tentang perjalanan saya belajar di Belanda,” urainya.

”Eh, beres dari buku per­tama malah jadi ketagihan. Akhirnya metode belajar saya di kelas pun akhirnya jadi buku kedua dengan judul Guru Sang Koki Pembelaja­ran,” sambungnya sambil tersenyum.

Buku ketiga dan setelahnya, bukan lagi dikerjakan karena penugasan. Malah refreshing. Setiap buku muncul dari ide sehari-hari.

Dia mengaku, selama ini mendapatkan banyak hikmah dari OGN. Bukan karena nilai hadiahnya, tapi lebih dari itu dia mendapatkan banyak link untuk belajar lebih luas.

Dalam arti, pergaulan po­sitif. Meski banyak berkutat dari grup WhatsApp. Tapi dari situ, dia banyak penga­laman belajar. Termotivasi.

”Bahkan, guru di Kaliman­tan untuk sampai ke kota bisa sampai enam jam, tapi mereka tetap semangat belajar dan mengajar. Perjuangan mereka mengajar sangat he­bat. Dari situ saya berpikir, saya guru di Bandung, ke­napa tidak bisa sesemangat mereka untuk mengajar. Ha­rus lebih dari mereka yang di daerah,” paparnya.

Sementara itu, Nia juga se­pakat sebaik-baiknya ilmu adalah yang bermanfaat. Pe­rempuan berkacamata itu pun mempraktikan itu di ling­kungan di mana dia mengajar: SMPN 36. Nia tidak mau sen­dirian yang bisa menulis buku.

Baca Juga:Bawaslu Awasi DPT GandaAstrajingga’ Wakili Unjani di Kompetisi Mobil Hemat Energi 2018

Nia pun menerapkan pola yang mirip dengan metode yang dia buat untuk peserta didik. Tiap guru ditantang membuat tiga cerita pendek. Cerpen-cerpen terpilih dari para guru itu kemudian di­terbitkan jadi buku.

”Sekarang, Alhamdulillah, empat puluh guru yang menga­jar di SMPN 36, semua minimal punya satu buku yang mereka terbitkan,” ungkap lulusan S2 Unpas Manajemen Pendidikan dan S2 Pendidikan IPS STKIP Pasundan itu bangga.

1 Komentar