Dari jumlah tersebut, kata dia, masih ada persoalan tentang pekerjaan. Sebab, masih ada beberapa persen orang di usia produktif yang belum bekerja.
”Bonus demografi artinya kalau ada 100 orang usia produktif, ada 44 orang yang harus ditanggungnya karena bisa dikatakan belum produktif. Jadi yang 100 orang bekerja, menanggung 44 orang,” tuturnya.
Makanya, untuk meningkatkan daya saing di usia produktif, BKKBN memiliki solusi. Salah satunya meningkatkan kreatifitas kaum milenial yang termasuk di usia produktif.
Baca Juga:Wisata Militer Segera DibukaPrabowo Minta Jaga Ketat TPS
Untuk hal ini, BKKBN merangsang dengan mengajak komunitas sineas dan fotografer di Bandung membuat sebuah karya. Karya yang dapat dihasilkan tersebut dalam bentuk gambar atau film. Kontennya yaitu isu mengenai bonus demografi yang dihadapi oleh Indonesia.
”Secara otomatis semacam dikompetisikan, mereka bisa menyampaikan kreasi mereka. Mereka ini bukan masyarakat umum biasa. Apa yang mereka sampaikan sejauh mana bisa ditangkap soal kependudikan keluarga berncana dan lainnya. Dengan kreatif mereka bisa menghasilkan yang berdampak luas,” katanya.
Dia berharap dengan karya yang dihasilkan para generasi muda ini, bisa memberi pesan kepada masyarakat luas terkait kependudukan nasional. ”Bisa sampai kepada masyarakat tentang kependudukan dan pembangunan keluarga berencana salah satu komunitas ini pelaku dalam konteks komunikasi. Kita ingin menyampaikan apa sebetulnya kebutuhan kami dan teknik yang diharapkan bisa disampaikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (rie)
