SOREANG – Untuk meningkatkan kualitas para santri, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung menggelar lomba baca kitab kuning untuk kalangan santri yang disebut Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK).
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mengatakan, MQK bukan sebatas lomba untuk memperebutkan juara, melainkan harus menjadi syiar nilai-nilai ke-Islaman.
Selain itu, melalui MQK pemahaman dan pengamalannya harus bisa melahirkan kader Ulama berkualitas. Sehingga, para Santri dituntut paham dan mengerti mengenai hukum-hukum syariat isalam secara luas.
Baca Juga:Guru dan Murid Perlu Membiasakan Berbuat BaikPermudah Wujudkan Usaha di Bandung
“MQK ini bukan hanya ajang lomba saja, tapi menjadi tren mencetak kader ulama milenial masa kini, berkualitas, cerdas, pintar memanfaatkan peluang, sekaligus kritis mensyiarkan nilai-nilai ke-Islaman,” ungkap Dadang yang hadir untuk membuka MQK ke-VII 2018 tingkat Kabupaten Bandung kemarin (13/11).
Dia menilai, keberadaan para santri tidak lepas dengan kehadiran pondok-pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua. Lembaga ini, berfungsi sebagai pusat pendalaman ilmu agama Islam dalam mempersiapkan kader ulama, mubaligh ataupun ustad.
“Saya harap MQK ini bisa memicu dan memotivasi para kader ulama ini, untuk lebih semangat lagi mempelajari kitab kuning. Menerjemaahkannya, memahami maknanya, menghayati kemudian disebarkan kepada seluruh umat Islam,” ucap Dadang di hadapan ratusan peserta MQK.
Sementara itu, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Dah Saepuloh menyebutkan, pelaksanaan MQK akan dipusatkan di Pondok Pesantren Yamisa Kecamatan Soreang, dari tanggal 13 hingga 15 Nopember 2018, dengan diikuti sekitar 350 peserta putra dan putri dari 7 daerah pembangunan.
Dia menjelaskan, untuk teknisnya akan ada 11 cabang lomba, diantaranya fikih, tafsir, hadist, akhlak, lughah, balaghah, ushul fikih, tarikh, tauhid, dan debat. Setiap cabang ada dua kelompok pendidikan yakni jenjang ula/awal dan wusta.
Dah menambahkan, dari 27 kabupaten/ kota hanya Kabupaten Bandung, sebagai satu-satunya yang menjadikan MQK dan MTQ sebagai program yang dianggarkan.
“Kami sangat berterima kasih, karena hanya Pemkab Bandung pelaksanaan MQK dan MTQ menjadi program pemerintah yang didanai APBD,” ungkapnya.
Baca Juga:Pemkab Dorong Wujudkan Masyarakat ReligiusJangan Anggap Remeh SMK
“Untuk itu, animo para santri peserta MQK sangat tinggi. Hal ini akan memicu kemampuan peserta untuk menyuguhkan prestasi mengharumkan nama daerah,” tutup Dah. (yul/yan)
