Hal Sederhana yang Dapat Dilakukan Guru dalam Membangun Karakter Siswa

Hal Sederhana yang Dapat Dilakukan Guru dalam Membangun Karakter Siswa
Bambang Soegiharto
Guru SMP Negeri 51 Bandung
0 Komentar

Jujur. Guru juga manusia, tidak luput dari kesalahan meski tidak pernah berniat melakukan hal itu. Misalnya, ketika guru datang terlambat atau salah mengoreksi jawa­ban siswa. Untuk memberikan contoh yang baik, guru se­baiknya mau mengakui kesa­lahan yang dibuat sekecil apapun itu. Mungkin kadang ada rasa gengsi, tetapi ini bisa menjadi pelajaran yang baik pada siswa. Bahwa se­bagai manusia kita harus berani jujur sama diri sen­diri dan mau mengakui kesa­lahan yang telah diperbuat. Dari situ, siswa bisa belajar bagaimana cara untuk mem­perbaiki kesalahan dan be­rani bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat.

Mengajarkan sopan santun. Hal yang sering luput diajar­kan di sekolah adalah bagai­mana cara bersikap. Mungkin terdengar sederhana, tetapi ini merupakan hal penting yang layak diajarkan kepada siswa untuk menjaga sikap dan mengetahui mana yang benar dan salah. Tidak jarang, siswa bersikap tidak sopan hanya karena mereka tidak tahu bagaimana cara bersikap yang baik dan benar. Atau malah selama ini mencontoh sikap negatif orang disekitar­nya, jadi melihat itu sebagai hal yang lumrah. Ada baiknya, ketika ada sikap yang kurang baik yang dilakukan oleh siswa, guru berperan untuk mengoreksi sikap tersebut. Jangan memarahi, tetapi mengingatkan juga bahwa sikapnya itu kurang baik dan berikan alternatif tindakan lain yang lebih positif. Guna­kan cara yang halus.

Memberi kesempatan. Saat ini, mempunyai karakter me­mimpin merupakan hal yang krusial untuk dimiliki. Me­nyadari hal ini, ada baiknya guru juga bisa membantu anak didik untuk berlatih jiwa ke­pemimpinan mereka. Cara sederhananya, bisa dengan membuat tugas kelompok dan memastikan setiap anggota mempunyai kesempatan se­bagai ketua kelompok. Jadi, tidak hanya siswa itu-itu saja yang jadi ketua kelompok, tetapi semua bisa belajar jadi pemimpin. Setelah melakukan aktivitas ini, guru bisa meng­evaluasi hal positif yang bisa jadi pembelajaran siswa un­tuk memimpin lebih baik lagi. Berilah masukan yang memotivasi, jadi bagi siswa yang merasa kurang percaya diri bisa semangat untuk terus belajar lebih baik lagi.

0 Komentar