Siapkan Tiga Strategi untuk Pariwisata

Siapkan Tiga Strategi untuk Pariwisata
JADI NGETREN: Wisatawan mengabadikan spot panorama di tebing keraton dengan berswa foto.
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan tiga strategi yang akan diterapkan untuk memaksimalkan visi Jawa Barat sebagai provinsi pariwisata. Pertama, Pemprov Jabar akan membuat pariwisata tipe satu dengan cara memperbaiki akses menuju kawasan atau destinasi wisata.

“Contoh, Tebing Keraton tempatnya bagus tapi aksesnya jelek dan itu kita akan investasi perbaikan aksesibilitas. Ada puluhan air terjun di Jawa Barat yang bagus tapi aksesnya berjibaku dengan lumpur dan sebagainya, itu kita akan perbaiki,” kata Emil -sapaan Ridwan Kamil- di Bandung, kemarin.

Sementara strategi tipe dua dalam optimalisasi pariwisata, lanjut Emil, adalah dengan membuat destinasi wisata yang terbengkalai dan tidak profesional menjadi tertata, terawat dan terjaga dengan baik. Strategi tipe dua tersebut akan mulai dilakukan pada tahun 2019 di beberapa kawasan pariwisata yang menjadi prioritas.

Baca Juga:8 Rumah Warga Ambruk Tergerus AirCaleg Nasdem Kaget Ada LGBT

“Tahun 2019 rencananya tipe pariwisata dua adalah Kawasan Gedung Sate, Kali Malang, Waduk Darma Kuningan, Situ Ciburuy, Situ Bagendit dan Gunung Padang yang akan kita perbaiki,” kata dia.

Sebagai contoh, Emil memaparkan kondisi Gunung Padang kini mulai mendapat intervensi dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dikarenakan tidak adanya aturan yang jelas dalam segi penataan. Padahal, sebagai situs purbakala seharusnya Gunung Padang mendapat perhatian penataan khususnya di area yang terbilang sakral.

“Boro saya hiking ka luhur engkah-engkahan, di luhurna aya tukang Indomie dengan tenda birunya. Ini antara klimaks pengharapan jadi ilfeel. Yang dagang mah di mana ada keramaian pasti ada, tapi kan gak bisa begitu ya,” kata dia.

Jika tidak terdapat panduan dan penataan yang jelas terkait kawasan pariwisata di Jawa Barat, Emil mengaku khawatir kerusakan akan berlarut-larut bila dibiarkan. Sehingga, potensi dari situs megalitikum dunia seperti Gunung Padang akan tercemari perilaku komersil para PKL dan pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Mudah-mudahan di 2019 kita akan melihat di sana lebih bermartabat dan profesional,” kata dia. (mg1/yan)

0 Komentar