“Yang pasti saya sempat bertanya, ternyata banyak kontraktor Cimahi yang mendapat pekerjaan di Cimahi. Jadi nggak mungkin kalau pemenang proyek semuanya didominasi oleh orang di luar Cimahi,” ungkapnya.
Dia membantah, jika melakukan pengaturan atas kemenangan tender proye. Sebab, selama ini kontraktor manapun dipersilahkan untuk mengikuti tender yang dilakukan ULP secara terbuka dan transparan.
“Temen-temen (kontraktor) pasti semua pada kenal, lapangannya pasti sudah pada tau tinggal cek saja, itu kan (mengecek) pekerjaan mudah orang masih ada pekerjaannya,” tegas Ajay.
Baca Juga:GNPF Ulama Terjunkan Saksi Kawal PemiluDPRD Soroti Dampak Sosial Kereta Cepat
Kendati demikian Ajay menganggap tuduhan-tuduhan dari segelintir orang itu adalah hal wajar. Sebab dengan latar belakang pengusaha, orang berpikir dia akan memanfaatkan kekuasaannya untuk mempermudah mendapatkan proyek pemerintah.
“Sudah pasti tudingan itu ada, karena latar belakang saya, makanya saya tidak pernah ikut campur. Apalagi ikut memperebutkan kue yang ada di Kota Cimahi,” jelasnya. (zis/yan)
