BIOS Dorong Peningkatan Ekonomi Petani Kopi

FOTO OPEN - dari kebun ke kafe-foto bersama desiminasi integrasi lebah dan kopi -
RISKY ANGGIONO/ JABAR EKSPRES
FOTO BERSAMA: Para peserta seminar dan workshop berfoto bersama di sela-sela kegiatan diseminasi integrasi kopi dan lebah “Dari Kebun ke Kafe”, Kegiatan ini digelar oleh Biorefinery Society (BIOS) bekerjasama dengan Kelompok Keahlian Agro Teknologi Bioproduk (KK ATB) ITB serta Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH) ITB dengan melibatkan beberapa instansi di Perkebunan Kopi Arjuna, Desa Cibodas, Lembang, Sabtu (15/9).
0 Komentar

Bagoes mengatakan, untuk saat ini pihaknya melakukan riset terhadap kopi dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian para petani kopi. Menurutnya, industri kopi sangat besar. “Kita berharap anak muda tidak hanya menikmati kopi saja tetapi bisa membantu rantai pasoknya,” kata Bagoes.

Alasan BIOS melakukan riset terhadap kopi, lanjut Bagoes, beberapa tahun terakhir dari data yang didapatkannya, produksi kopi di Jawa Barat berkurang atau menurun hingga 20 persen. Dengan demikian otomatis suplai pasokan biji kopi Jabar berkurang. Padahal saat ini tren kafe-kafe kopi semakin menjamur.

“Kita tidak ingin kebun-kebun kopi ini tidak ada yang mendukung. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kopi kepada kafe-kafe tersebut harus mengimpor kopi dari luar. Bisa saja akhirnya mereka gulung tikar,” bebernya.

Baca Juga:Dansathar 13 Depohar 10 Bekali Prajurit dengan Ilmu Agama“Tuh… Aya Jelema Ngapung”

Dari alasan itulah, BIOS memiliki ide untuk membuat penelitian agar dapat mendukung keberlangsungan petani kopi. Dengan harapan dari riset yang dilakukan, produktivitas kopi naik serta ada alternatif pemasukan tambahan bagi para petani kopi.

0 Komentar