Selain itu, RSHS juga tengah gencar melakukan sosialisasi penerapan sistem rujukan online tersebut kepada sejumlah rumah sakit yang kemungkinan menjadi rujukan, termasuk juga menyosialisasikan kepada masyarakat.
”Pertama kita list rumah sakit yang sering melakukan rujukan ke kita. Kita sampaikan sosialisasi. Pasien juga sebagian besar belum tahu adanya sistem rujukan ini,” kata Nucky.
Nucky mengakui, setelah diujicobakan selama dua hari, sistem tersebut belum berjalan secara optimal. Menurutnya, masih terdapat beberapa software atau perangkat lunak yang belum bisa berjalan dengan baik dan membutuhkan sedikit perbaikan.
”Dari software ada beberapa standar saat kita entrikan masih kurang, tidak kebuka. Tapi ada rencana lain. Jadi kalau sistem rujukan online tidak jalan, kita adakan sistem rujukan manual,” tandasnya. (mg1/rie)
