Puskesmas Sukanagalih Optimalkan Layanan 24 Jam

puskesmas-sukanagalih
AYI SOPIANDI/JABAR EKSPRES
PELAYANAN MEDIS: Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, membuka layanan 24 jam bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis serta kegawat daruratan.
0 Komentar

CIANJUR – Meski dalam suasana Ramadan, Puskes­mas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, tetap membuka pelay­anan pemeriksaan kesehatan selama 24 jam. Upaya ini demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Puskesmas Su­kanagalih, Agus Suhendar, menuturkan, meski dalam suasana bulan puasa namun pelayanan tetap dibuka sela­ma 24 jam non stop. Sehingga masyarakat bisa mengakses pelayanan kesehatan dengan baik, dan bisa berobat ke puskesmas kapan saja, tanpa dibatasi waktu.

“Meskipun bulan puasa kami tetap membuka pelay­anan dengan normal. Layanan ini juga dibuka selama 24 jam, ini sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat, untuk mengoptimalkan pelayanan puskesmas siaga,” ungkapnya belum lama ini.

Baca Juga:Ideologi Pancasila Harus DipertahankanKecam Penyerangan Kantor Radar Bogor

Untuk jumlah pasien selama Ramadan ini tidak ada pe­nurunan. Rata-rata di bulan puasa ini warga kebanyakan mengalami sakit pencernaan. “Bulan puasa ini kebanyakan pasien mengalami penyakit pencernaan, makanya kami pun berupaya mensosialisasi­kan ke masyarakat pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini untuk pelayanan pihaknya menyia­gakan dua orang dokter dan dua unit mobil ambulan. Jadi pelayanan pun bisa maksimal dan cepat tanggap, dan ini untuk mengantisipasi pasien kegawat daruratan, baik untuk pasien melahirkan maupun pasien rujukan.

“Kami pun kini tengah siaga menghadapi hari raya Idul Fitri, biasanya kami mem­buka pos kesehatan di Pos Pengamanan DSE Cimacan. Meskipun demikian pelay­anan tetap dibuka 24 jam non stop, untuk mengantisipasi adanya korban kecelakaan dalam arus mudik nanti,” tuturnya.

Dijelaskannya nanti saat arus mudik dan arus balik dis­iagakan petugas medis. Lang­kah yang diambilnya yakni semua karyawan dikenakan jadwal piket. “Kegiatan terse­but dilakukan selama 1×24 jam, untuk mengoptimalkan fungsi dari tenaga medis serta puskesmas itu sendiri,” pung­kasnya.(mg2/yhi)

0 Komentar