Uniknya, pada kegiatan itu bukan hanya buka bersama saja dengan masyarakat, para relawan dan mahasiswa yang terjun dalam Kampung DugDug pun bersama-sama masyarakat membuat perencanaan dan persiapan agenda. Mulai dari menentukan menu, berbelanja bahan masakan di pasar, memasak bersama dirumah-rumah warga, hingga pelaksanaan berbuka puasa.
Kampung DugDug digelar bergantian dari desa ke desa di beberapa wilayah di Indonesia, dalam pelaksanaan Kampung DugDug selama ini, Sekolah Relawan bergandengan bersama mahasiswa Antropologi Unpad. Patungan kebaikan saat ramadan adalah semangat yang ingin diusung dalam aksi-aksi positif dibulan Ramadan. Para mahasiswa yang terlibat menjadi relawan bukan saja patungan dalam bentuk materi, tapi juga patungan ide, tenaga, skill, hingga semangat untuk sama-sama membahagiakan masyarakat. Hal ini merupakan upaya untuk mendobrak sekat untuk lebih dekat dengan masyarakat.
Peran anak muda dalam membangun energi positif dan mewujudkan berbagai aksi baik di bulan Ramadan memang harus dinyalakan dengan kegiatan-kegiatan sosial yang substansial, bukan hanya ajang ceremonial namun juga diharapkan mampu melahirkan pemahaman esensial yang berdampak nyata. Kampung DugDug tak hanya menciptakan senyuman bahagia dari masyarakat. Bagi para mahasiswa yang jadi relawan, hal Kampung DugDug juga melahirkan pemaknaan hidup akan kondisi masyarakat ditengah para mahasiswa yang terjun menjadi relawan.
Baca Juga:Dedi Komitmen Muliakan JandaTPS Wajib Ramah Disabilitas
Anita Shalmah, salah satu mahasiswi Antropologi yang terlibat dalam kegiatan Kampung DugDug mengatakan, sinergitas untuk mewujudkan sebuah aksi baik sangatlah unik. Maka, patungan kebaikan adalah salah satu senjata mewujudkan aksi kebaikan bersama.
“Dari awal dengar program ini terbilang cukup unik, memanfaatkan momentum buka bersama para anak muda yang biasanya hanya wacana jadi wadah untuk berbagi kepada sesama. Yuk anak muda, saling bermanfaat meskipun dengan sedikit yg kamu punya!” Ungkap mahasiswa asal Bekasi ini
Ahmad Syarif, Koordinator Project Ramadan Senyumin Langit dari Sekolah Relawan menambahkan bahwa anak muda harus memperkuat sinergitas dan berjalan bergandengan untuk mewujudkan aksi-aksi positif,
”Kita berharap bahwa kita semua tetap bisa berjalan di jalan kebaikan beriringan, kita nggak bisa jalan sendirian buat bikin sebuah kebaikan. Kita harus jalan barengan,” ungkap Ahmad Syarif.
