Untuk mewujudkan ketiga sasaran tersebut, salah satu kuncinya terletak pada SDM aparatur. Pepatah mengatakan “The Man Behind The Gun”. Sebaik apapun senjata yang digunakan, pada akhirnya akan terpulang pada orang yang menggunakan senjata tersebut.
Kementerian PANRB bersama sejumlah instansi pemerintah, serta segenap komponen bangsa lainnya, telah, sedang dan akan terus memacu peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kinerja SDM agar Aparatur Sipil Negara kelak benar-benar profesional, berintegritas, berdisiplin, berjiwa entrepreneurship, serta memiliki semangat hospitality.
Untuk mewujudkan semua itu, kami memandang tidak cukup hanya mengandalkan program rutin dan terobosan yang sifatnya konvensional semata. Saatnya kita memanfaatkan momentum bulan Ramadhan melalui ibadah puasanya sebagai program spiritual untuk mengevaluasi dan memperbaiki sikap mental dan jati diri ASN.
Baca Juga:Devania Bocah 8 Tahun Taklukkan 9 Gunung di IndonesiaPuasa di Islandia Sampai 22 Jam
Dalam acara yang dilanjutkan dengan buka bersama itu, Menteri Asman juga menyampaikan beberapa hikmah puasa yang sangat relevan bagi ASN. Menurutnya, puasa mengasah ketaqwaan kita. Bagi ASN, ketaqwaan sangat penting dan menjadi perisai untuk mencegah berbagai patologi birokrasi, perilaku koruptif dan perbuatan tidak terpuji lainnya.
Hikmah kedua, puasa membuat tubuh menjadi lebih sehat. Dari berbagai penelitian menunjukkan, dengan melaksanakan puasa, tubuh menjadi sehat dan lebih seimbang. “ASN zaman now harus sehat. Hanya dengan kesehatan yang prima, maka berbagai tantangan masa depan yang begitu dinamis, bisa dihadapi dengan baik,” ujar Asman.
Puasa melatih diri kita untuk lebih tabah dan kesabaran. Permasalahan birokrasi pemerintahan kini dan ke depan semakin berat dan kompleks, butuh ketabahan dan kesabaran dari ASN untuk mengurai satu demi satu persoalan, hingga bisa menyelesaikannya dengan tuntas.
Puasa juga menempa diri kita untuk berdisiplin dan menghargai waktu. Di era teknologi dan informasi yang serba cepat dan sangat kompetitif ini, dibutuhkan sosok ASN yang memiliki disiplin tinggi, bergerak cepat dan menghargai pentingnya waktu. Saatnya kita lari kencang dengan topangan disiplin yang tinggi untuk mengejar ketertinggalan dalam berpemerintahan.
Puasa mendorong kita untuk melayani dan peduli pada sesama. “ASN zaman now harus peduli dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kepemimpinan yang berbasis kepedulian (leadership based awarness) menjadi sangat penting bagi ASN,” tambahnya.
