oleh

Conte Kehabisan Ide

Conte pun mengakui bahwa sejak gol penyama kedudukan dari Eriksen, performa anak asuhnya sudah goyah. “Gol yang sudah membunuh konfidensi kami,” keluh Conte saat diwawancarai London Evening Standard.  “Bahkan, dengan permainan Tottenham kami harusnya kalah 2-0 atau 3-0. Begitu mudah kami kebobolan, dan saya pikir itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ungkap pelatih terbaik ke-2 dalam FIFA Award 2017 itu. Conte tahu konsekuensinya dengan kekalahan kandang keempat di Premier League musim ini.

Pertama, potensi gagal lolos ke Liga Champions musim depan makin besar. “Tapi, musim masih berlanjut. Kami akan mencoba untuk mengembalikan performa terbaik sampai musim berakhir,” kata Conte.

Baca Juga:  Demi Haaland, Chelsea Berani Kucurkan Rp2,5 Triliun

Kedua, potensi masa depannya di London Cobham. Nah, untuk potensi ini, Conte tak terlalu takut. “Buat apa saya takut. Saya pikir saya melakukan segalanya, begitu pula pemain selama musim ini,” koar Conte. Upaya untuk berubah pun sudah dia lakukan. “Kami sudah berupaya mengembalikan musim terbaik kami. Tetapi, pada akhirnya apa yang kami dapatkan musim ini sesuai dengan apa yang kami siapkan (ketika awal musim),”  tambah Conte.

Baca Juga:  Chelsea Rayu Eden Hazard Supaya Balik, Sebegini Mahar yang Ditawarkan

Gianluca Vialli, mantan pelatih Chelsea yang juga dikenal sebagai teman akrab Conte di Italia pun yakin dengan masa depan rekannya itu. “Dia sudah tak sabar meninggalkannya (Chelsea). Dia tak bisa menerima dengan klub yang menjual atau membeli pemain tanpa harus berkonsultasi dengannya. Itu kebenarannya,” kisah Vialli, kepada Sky Sport Italia. (ren/bas)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga