Banjir Seret 17 Mobil

Banjir Seret 17 Mobil
FOTO-FOTO: ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SERET RODA EMPAT: Warga memeriksa sejumlah kendaraan yang hanyut terbawa banjir bandang dari Sungai Cicabe yang melanda kawasan Jatihandap, Kota Bandung, kemarin (20/3).
0 Komentar

Hujan deras juga tidak hanya menghantam Kota Bandung. Tetangganya, Kota Cimahi juga ikut diguyur sekitar pukul 16.00. Sama dengan tetang­ganya, Cimahi juga menga­lami banjir di beberapa tem­pat. Selain di pemukiman warga, banjir juga terjadi di jalan jalan utama seperti Jalan Amir Machmud, Cimindi dan Persimpangan jalan Kolonel Masturi, tepatnya di samping Masjid Agung Cimahi.

Banjir yang mencapai keting­gian sepaha orang dewasa atau sekitar 80 sentimeter tersebut berasal dari saluran drainase yang tak mampu menampung air. Sehingga air meluap dan menyebar keseluruh badan jalan. Akibatnya, arus lalu lin­tas di Jalan Kolonel Masturi menuju Jalan Amir Machmud mengalami kemacetan dan beberapa kendaraan roda dua harus dialihkan ke Jalan Dju­laeha Karmita.

Sementara pengendara yang memaksa menerjang banjir tersebut harus mengurangi laju kendaraannya. Bahkan tidak sedikit motor yang di­gunakannya menjadi mogok.

Baca Juga:Jawa Barat Memiliki 12 Pasar DigitalPadukan Konsep Pernikahan Tradisional dan Modern

Tidak hanya menyebabkan banjir, hujan deras yang di­sertai angin dan butiran es itu juga menumbangkan be­berapa pohon besar di Jalan Ciawitali, Jalan Cipageuran dan Jalan Citeureup.

Khusus di Jalan Encep Kar­tawiria, RT 02/RW 18, Kelu­rahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, sebuah pohon raksasa beru­kuran tinggi sekitar 30 meter menimpa sebuah toko mate­rial milik Uloh Syahrulloh, 55, dan menimpa dua pekerja yang tengah merenovasi salah satu ruangan di toko mate­rial tersebut. Bahkan satu orang korban bernama Andi, 62, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit Cibabat yang kemudian dirujuk ke Dustira.

”Tadi hujan besar, disertai hujan es dan angin besar langs­ung roboh. Tadi Pak Andi di­bawa ke rumah sakit. Ada luka di bagian kepala,” ujar Uloh.

Uloh Nasrulloh mengaku, sebelum kejadian pohon tumbang, jauh sebelumnya, dia sudah melapor kepada Pemerintah Kota Cimahi menge­nai kondisi pohon yang sudah tua. Namun, laporan yang ia buat tidak mendapatkan respon yang memuaskan dari Pemerin­tah Kota Cimahi. ”Saya sudah lapor, terakhir seminggu yang lalu. Saya minta pohon ini di­potong saja,” bebernya

0 Komentar