Banjir Seret 17 Mobil

Banjir Seret 17 Mobil
FOTO-FOTO: ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
SERET RODA EMPAT: Warga memeriksa sejumlah kendaraan yang hanyut terbawa banjir bandang dari Sungai Cicabe yang melanda kawasan Jatihandap, Kota Bandung, kemarin (20/3).
0 Komentar

BANDUNG – Kemacetan yang biasa terjadi di kawasan Jalan AH Nasution, kemarin (20/3) berubah menjadi tragis. Sebab, jalan yang menghubungkan Cikutra-Cicaheum tertutup lumpur.

Penyebabnya, hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bandung membuat kawasan Jalan Jatihandap diterjang banjir kiriman. Berdasarkan data pihak tim penyelamat Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, air kiriman menerjang wilayah itu sekitar pukul 16.20.

Ketinggian air yang merendam kawasan itu sempat mencapai betis hingga lutut orang dewasa. Bahkan, sejumlah mobil milik warga bahkan ada yang terseret arus dari air bercampur lumpur itu.

Baca Juga:Jawa Barat Memiliki 12 Pasar DigitalPadukan Konsep Pernikahan Tradisional dan Modern

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Arief Prasetya mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Ci­caheum berasal dari luapan air sejumlah sungai di kawa­san tersebut. Diduga derasnya hujan membuat debit air sungai sangat tinggi hingga menyebabkan tanggul jebol. ”Diduga dari luapan sungai Cipamokolan, ada tanggul yang jebol,” ujar Arief sambil menambahkan, belum bisa memastikan penyebab pasti banjir bandang tersebut.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pan­dowo mengungkapkan, ada dua sungai yang berada di ka­wasan Padasuka dan Manda­lajati yang dilaporkan meluap.

”Sungai Cicabe dan Cileuweung yang berada di kawasan Pada­suka dan Mandalajati. Kedua sungai tersebut meluap ketika hujan deras,” ungkap Hendro.

”Air tiba-tiba keluar dari kedua sungai tersebut. Air meluap membawa lumpur hingga ke jalan,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolsek Antapani Kompol Kusnadi meyebutkan akibat banjir tersebut mengakibatkan ke­macetan sekitar enam kilo­meter.

”Lalu lintas sempat lumpuh tapi kita lakukan rekayasa lalulintas hingga kendaraan dari arah timur menuju barat atau sebaliknya bisa terurai,” ungkap Kusnadi.

Dia mengatakan, selain te­rus berusaha mengurai ke­macetan, pihaknya juga mendapatkan laporan ada dua rumah rusak parah.

Baca Juga:Setia karena Sama UntungLongsor Tutup Akses Maribaya

”Selain dua rumah rusak, ada enam motor dan 17 mo­bil yang terseret arus. Bahkan mobil sampai bertumpuk. Namun tidak ada korban jiwa, paling luka-luka ringan,” je­lasnya.

0 Komentar