Minimalisir Banjir, Hidupkan Lagi Situ Pangkalan

Minimalisir Banjir, Hidupkan Lagi Situ Pangkalan
KERJA BARENG: Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Naser bersama Dandim turun langsung untuk menanggulangi Banjir.
0 Komentar

SOREANG –  Untuk meminimalisir banjir di berbagai titik di Kabupaten Bandung. Pemkab Bandung berencana akan mengaktifkan lagi Situ Pangkalan sebgai tempat tangkapan air.

Bupati Kabupaten Bandung Dadang M. Naser mengatakan, untuk merealisasikan rencana ini pihaknya akan membuka kembali Situ Pangkalan atau Situ Kamojang. Namun, pihaknya juga meminta kepada Perhutani, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk lebih serius menangani persoalan hulu Sungai Citarum.

’’Kejadian banjir kali ini lebih besar dari musibah yang terjadi sebelumnya. Hal ini terlihat dari banjir yang sampai melanda kawasan Masjid Agung Majalaya,’’jelas Dadang ketika ditemui kemarin (1/2)

Baca Juga:Warga Tetap Tolak SPAM GambungCimahi Kejar Target Peroleh Nilai Sakip A

‘Dirinya mengatakan, kawasan hutan lindung di wilayah hulu kebanyakan arealnya milik perhutani dan PTPN VIII. Namun, selama ini dibiarkan rusak oleh penggarapan dan dijadikan berbagai bentuk kawasan wisata.

Sementara untuk mendukung gerakan Citarum Harum sendiri Pemkab Bandung sudah menggulirkan Gerakan Sabilulungan Tanam Pohon Kesayangan (Satapok) di petak 73 Gunung Wayang Windu, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Bahkan, untuk memastikan pohon yang ditanam tetap tumbuh, Pemkab Bandung menyiapkan ratusan petani untuk memeliharanya. Para pemilik pohon dapat menitipkan biaya perawatan pohon kepada para petani tersebut.

“ Jadi semua harus terlibat dan dilakukan secara kontinue bukan sebatas ceremonial saja,”kata Dadang.

Lebih lanjut Dia mengatakan, untuk penanganan banjir sendiri Pemkab Bandung sudah melakukan komunikasi secara inten dengan berbagai pihak. Sehingga, 1.200–an rumah terdampak banjir di Desa Tenggulun, Kecamatan Ibun, sudah teratasi.

Camat Ibun Ika Nugraha,, mengatakan, pihaknya berkomunikasi ketika banjir melanda 7 RW di desa tersebut. Kemudian diajak untuk melakukan rencana aksi.

Dalam gotong royong hadir sedikitnya 100 elemen masyarakat. Selain dari Kecamatan Ibun dan Desa Tenggulun, juga hadir 30 aparat Polsek Ibun hingga TNI. Sisanya berasal dari masyarakat, para korban terdampak banjir itu sendiri.

Baca Juga:Purnawirawan Bantu Program CitarumPelanggaran Lalin Masih Banyak, Polres Cimahi Lakukan Operasi Lodaya

Ika menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi alat kebersihan dan kendaraan PD Kebersihan untuk mengangkut material bawaan banjir. Akan tetapi, respon warga sangat tinggi guna sabilulungan bersihkan lingkungannya sendiri.

“ Kami mulai sejak pagi tadi dan akan selesai jam 14.00 WIB. Namun ini akan berlanjut sampai besok pagi karena baru 70 persen yang bisa dibersihkan, sisanya akan kami bersihkan mulai besok,” pungkasnya. (rus/yan)

0 Komentar