Bus Celaka, Cabut Infusan, Hari Itu Gagal Berangkat

Bus Celaka, Cabut Infusan, Hari Itu Gagal Berangkat
ANDY RUSNANDY/JABAR EKSPRES
 MINTA KEPASTIAN: Ajat Sudrajat (berdiri) mengungkapkan kekecewaannya di hadapan Wildan, staf Humas SBL (dua dari kanan) dan calon jamaah lainnya, saat audensi di kantor SBL pusat, Kamis (21/12).
0 Komentar

Sofyan lantas bercerita. Dia ke Bandung bersama ibunya. Sehari sebelum berangkat ke Bandung, jarum infusan masih menancap di telapak tangan ibunya. Sofyan datang ke dokter. Memaksa dokter mencopot infusan ibunya. Dokter melarang. Mengingat ibunya masih membutuhkan pengobatan di rumah sakit di Lampung.

”Saya bilang ke dokter, urusan mati urusan Allah. Tidak hari ini, besok ibu saya mati. Jadi tolong copot infusan ibu saya,” pintanya.

Infusan pun dicopot. Ibunya belum sembuh. Masih sakit. Saat itu pun terbaring di hotel di Bandung. Ibunya, kata Sofyan, sudah meminta keikhlasan anak-anaknya jika memang ditakdirkan meninggal saat umrah di Makkah sana. ”Jadi kalau ibu saya mati di sini, bukan di Makkah, sampeyan yang akan menerima akibatnya,” tutup Sofyan.

Baca Juga:Pastikan Pegang Amanah IKA PLS UPISudah Ada Korban, Dinkes Baru Bergerak

Tensi susana di akhir audensi kondusif. Satu sama lain meminta maaf. Saling mengikhlaskan. ”Mungkin Allah sedang berkehendak lain. Ini ujian untuk SBL,” pungkas Sofyan. (bersambung/rie)

0 Komentar