2 Ribu Tanda Tangan Tolak Essai Denny JA

2 Ribu Tanda Tangan Tolak Essai Denny JA
TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/JABAR EKSPRESDIGUGAT SASTRAWAN: Pendiri Majelis Sastra Kota Bandung sekaligus penyair, Matdon (kiri) dan kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Sutejo saat beraudiensi dengan penyair sastra kota Bandung terkait penyerahan petisi ”Jabar Menolak Denny JA” di Kantor Balai Bahasa Jawa Barat Jalan Sumbawa Kota Bandung, kemarin (31/1).
0 Komentar

Untuk itu, Matdon meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) agar mencegah buku-buku gerakan puisi esai tersebut di­selundupkan kaum oportunis menjadi salah satu buku atau bahan ajar di sekolah-sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Sutejo memberi apresiasi ter­hadap seruan yang disampai­kan sastrawan Bandung terse­but. Dirinya mengaku termasuk orang yang mengikuti per­kembangan Denny JA. ”Dalam konteks membuat puisi esai tidak ada masalah. Tapi yang menjadi masalah ketika me­nerbitkan buku mengandalkan modal yang dia (Denny JA) miliki,” kata Sutejo.

Dikatakan Sutejo, dengan kekuatan modal Denny JA menghimpun seluruh sastrawan muda di Indonesia. Menurut­nya, konteks tersebutlah yang menjadi permasalahan karena seseorang mau menulis kalau mendapat bayaran. ”Ini yang agak bermasalah. Saya juga terheran-heran Denny JA itu muncul sebagai sastrawan se­jak kapan,” kata dia.

Baca Juga:Terjunkan 1.742 Tenaga Kesehatan Tanggulangi Wabah DifteriSosok Mayat Laki-Laki Ditemukan

Menurut Sutejo, sampai saat ini pihaknya belum menemu­kan adanya keterlibatan pihak Balai Bahasa yang mengikuti penulis bayaran Denny JA. Sehingga, Balai Bahasa Jawa Barat dipastikan tetap bersikap netral.(mg1/ign)

0 Komentar