Dedi Mulyadi Sebut Belum Mau Bicara Koalisi

Dedi Mulyadi Sebut Belum Mau Bicara Koalisi
Prosesi penyerahan SK dari Korbid Golkar Nusron Wahid kepada Dedi Mulyadi di Kantor DPD I Golkar Jawa Barat Jalan Maskumambang Kota bandung, Rabu (27/12).
0 Komentar

BANDUNG – Calon Gubernur dari Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku belum mau berbicara masalah koalisi. Dedi mengaku dirinya akan berbicara koalisi pada publik, apabila sudah ada kesepakatan dengan koalisi yang diusung.
Sehingga menurut kader NU ini, untuk koalisi sendiri dirinya akan membangun komunikasi dahulu daripada membawa ego pribadi.
“Koalisi ada dua hal yaitu kemenangan dan kemakmuran untuk membangun, itu saya berangkat dari nol dan tidak akan membawa ego sehingga terbangun koalisi proposional,” ucap Dedi disela-sela penyerahan SK dari Korbid Golkar Nusron Wahid di Kantor DPD I Golkar Jawa Barat Jalan Maskumambang Kota bandung, Rabu (27/12).
Bagi Dedi koalisi terbangun merupakan komitmen yang dicapai yaitu membangun kemakmuran Jawa Barat. Menurut pandangannya ada hal yang harus segera diselesaikan di Jawa Barat, identitas wilayah, kemiskinan, menurunnya daya lingkungan, infrastruktur yang belum merata, kesejahteraan aparatur desa dan pembangunan wilayah yang belum seimbang.
“Membangun suasana kekeluargaannya dalam koalisi dan komitmen menyelesaikan problematika. Kita tampil bukan untuk jabatan tapi untuk kemakmuran,” ungkap Dedi.
Terkait adanya alternatif koalisi yang disinggung Nusron Wahid, Dedi menuturkan hal tersebut hanya mencontohkan, yang jelas baginya adalah membangun komunikasi dengan semua partai.
“Kan Pak Nusron tidak spesifikasi langsung bicaranya, tapi kan menyebut semuanya. Tapi kita pilih yang bisa enjoy dengan Golkar tidak merasa tinggi tapi sama saling membagi hak kewajiban serta calon sesuai keinginan publik,” ungkap Dedi.
Dedi menambahkan, dirinya tidak ingin terlalu condong sebelum ada kesepakatan dengan partai koalisi,menurutnya terpenting membangun komunikasi yang baik dengan partai terlebih dahulu.
“Saya dari nol dulu dan membangun komunikasi,kalau condong kearah ini berarti saya minus dong dan yang terpenting tidak saling mengunci saja,” ujar Dedi.
Terkait koalisi ideal, Dedi mengungkapkan, terpenting adalah memiliki jaringan terutama di arus bawah yang memiliki loyalitas.
“Koalisi ideal partai,cukup memiliki jaringan sampai bawah sampai akar rumput dan calonnya diterima oleh publik,serta mampu membangun komunikasi hingga arus bawah,” tambah Dedi. ***

0 Komentar