Emil Bisa Ditinggal Koalisi

Emil Bisa Ditinggal Koalisi
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
TERSUDUTKAN KEADAAN:Bakal Calon Gubernur JawaBarat Ridwan Kamil saat inidalam kondisi pelik karenaadanya pencabutan SKdukungan dari Partai Golkar.
0 Komentar

”Ada kecenderungan one man show yang ditunjukkan RK selama ini berlanjut ke ranah komunikasi politik. Dalam politik segala kepentingan memang sendiri. Tapi untuk mendapatkannya memerlukan keeratan relasi dengan yang lain,” terang Dedi di Jakarta, kemarin.

Menurut doktor diplomasi politik ini, tiga kekuatan yang harus dirangkul adalah partai politik, masyarakat dan korporasi. Ketiganya dianggap sebagai penentu keterpilihan. Selama ini RK dianggap tidak mahir berkomunikasi dengan dua di antaranya.

”Tidak menafikan bahwa sistem politik kita ini elektoral, partai sangat penting, begitu juga masyarakat sebagai pemilih, RK sejauh ini tidak melihat itu. Dia terlalu berjarak dengan keduanya, meskipun sebenarnya dia tahu memerlukan,” urainya.

Baca Juga:Ini Jadwal Kick-off Piala Presiden 2018Incar 5 Pemain Persipura

Meski demikian, Dedi Kurnia menyarankan Wali kota Bandung ini untuk segera putar kemudi komunikasinya. Salah satunya dengan menunjukkan sikap ksatria. Tidak lagi one man show.

”Selalu ada sisi baik, RK seharusnya membaca pergerakan politik Jabar dengan cermat, jumawa dengan kondisinya sekarang adalah petaka” tandasnya.

Di sisi lain, Indonesia Strategic Institute (Instrat) hingga saat ini masih menempatkan Ridwan Kamil pada posisi teratas dalam elektabilitas yang didapat dari hasil survei persepsi warga Jawa Barat menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

Analis Sosial Instrat, Adi Nugroho mengungkapkan, elektabilitas lima nama Bakal Calon Gubernur (Balongub) Jabar yakni Ridwan Kamil 28 persen, Deddy Mizwar 16 persen, Dedi Mulyadi 13 persen, Puti Guntur S 3 persen dan Anton Charliyan 1 persen.

Akan tetapi, jika melihat dari beberapa simulasi berpasangan,  Instrat mendapatkan hasil yang lebih ketat. Terutama jika dalam skema tiga pasangan.

”Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 21 persen, Deddy Mizwar-Akhmad Syaikhu 14 persen, Dedi Mulyadi-Anton Charliyan 9 persen. Sedangkan angka tidak memilih adalah 3 persen, disusul belum menentukan jawaban 53 persen,” tutur Adi, kemarin.

Dikatakan Adi, dari hasil survei tersebut, terdapat kecenderungan Ridwan Kamil mengalami penurunan elektabilitas jika dipasangkan dengan calon wakil gubernur siapa pun. Termasuk dengan Uu Ruzhanul Ulum.

Baca Juga:Kaka Pernah Bertaruh dengan RaulSweet Seven-De Bruyne di Premier League

”Deddy Mizwar justru mengalami kenaikan potensi elektabilitas jika dipasangkan dengan Akhmad Syaikhu. Begitu juga Dedi Mulyadi menyusul dengan jarak yang tidak begitu jauh dengan pasangan Demiz-Syaikhu,” jelasnya.

0 Komentar