jabarekspres.com, Bandung – Peta persaingan di Pilgub Jabar 2018 kian semarak. Salah satunya dengan munculnya Mayjen (purn) Sudrajat berasal dari Gerindra.
Berhembus isu, Gerindra pun akan membajak PKS dari koalisi. Jika benar itu terjadi, maka posisi Ahmad Syaiku akan terancam karena munculnya Sudrajat ke permukaan.
Di sisi lain, koalisi yang dibangun Deddy Mizwar dengan Demokrat bersama PKS dan PAN masih belum sepenuhnya direstui. Sejauh ini, hanya Demokrat yang sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.
Baca Juga:PPID Dibentuk Bantu Satuan Pendidikan150 Anggota Polri Dapat Jatah Rumah
Meski demikian, saat dikonfirmasi, DPD PKS mengakui sejauh ini keputusan masih tetap sama yaitu Ahmad Syaikhu akan menjadi bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat mendampingi Deddy Mizwar. Begitu juga dengan koalisi masih dengan PAN dan Demokrat belum ada arahan untuk menambah apalagi bergabung ke Partai Gerindra dengan skema politik terbarunya.
”PKS masih tetap sama keputusannya yaitu, Demiz-Syaikhu dan PAN, PKS Demokrat. Meskipun isu Ahmad Syaikhu akan diganti Sudrajat, ataupun wacana koalisi Demiz akan pecah,” tutur Ketua DPW Jawa Barat PKS Nur Suprianto kepada Jabar Ekspres kemarin (11/12).
Nur Suprianto yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat mengatakan, sejauh ini DPW Jabar PKS tetap fatsun DPP PKS yaitu, berkomitmen dengan paket bakal calon Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu.
”Meskipun demikian, baik koalisi maupun keputusan paket bakal calon ini belum dideklariskan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain itu, posisi DPW Jabar PKS saat ini masih menunggu arahan DPP PKS terkait perubahan peta politik saat ini. Artinya, yang bisa mengubah arah sikap politik baik menentukan koalisi maupun paket bakal calon gubernur dan wakil gubernur ditentukan DPP PKS.
Dihubungi terpisah, Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi mengungkapkan, Ketua umumnya, Prabowo Subianto masih memegang teguh parameter pengusungan kader di Pilgub Jabar.
Selepas tidak bisa menggaet Deddy Mizwar, Prabowo disebut berhati-hati dalam menentukan kandidat. Setidaknya harus dari kajian berdasarkan harapan masyarakat.
Baca Juga:Shohei Matsunaga: Hatur Nuhun PersibBerikan Kewaspadaan Dini Terhadap Difteri
Lahirnya nama Sudrajat pun merupakan, kata dia, hasil tiga pertimbangan. Yang pertama putera Jawa Barat, jejak pengalaman di TNI mulus dan lulusan Harvard, Inggris.
