Waspadai Penyebaran Penyakit Pada Musim Hujan

Waspadai Penyebaran Penyakit Pada Musim Hujan
BERIKAN MAKANAN: Peternak ayam broiler memberikan konsentrat sebagai makanan untuk meningkatkan daya tahan terhadap cuaca dingin, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
0 Komentar

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Di musim hujan para peternak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta waspada timbulnya penyakit pada hewan di musim hujan. Udara lembab dan dingin sangat rentan bagi hewan unggas rentan terserang berbagai penyakit.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Wiwin Aprianti mengatakan, penyakit yang menyerang biasanya Tetelo dan flu burung. Sehingga, harus ada penanganan serius bagi peternak dengan cara menjaga kebersihan kandang.

“Musim hujan sangat rawan terjadi penyakit hewan. Salah satu hal yang harus diperhatikan seperti kebersihan tempat,” Wiwin ketika ditemui kemarin (1/11).

Baca Juga:Trah Itoc-Atty Belum HabisUmuh Beri Kebebasan Mario Gomez di Persib

Dirinya menilai, di musim hujan dari berbagai kasus yang pernah terjadi sering memicu perkembangbiakan virus. Bahkan, bukan saja paada unggas tetapi pada hewan lainnya.

“Cuaca itu pengaruhnya besar terhadap kesehatan hewan sehingga harus diperhatikan para peternak,” ujarnya.

Kendati begitu, hingga kini belum ada laporan mengenai unggas yang terjangkit penyakit berbahaya. Sejak awal hingga menjelang akhir tahun ini, memang ditemukan 200 unggas mati mendadak di KBB. Namun, berdasarkan tes di laboratorium, hasilnya negatif flu burung.

Wiwin menyebutkan, dari Data Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, populasi ayam guras atau kampung saat ini mencapai 1,8 juta ekor. Ayam broiler 4,3 juta ekor dan ayam petelur 167.000 ekor. Sedangkan, burung puyuh mencapai 3.000 ekor dan itik sekitar 240.000 ekor.

Jumlah itu tersebar di empat Kecamatan seperti, Padalarang, Ngamprah, Cipendeuy, Cisarua dan Lembang. Di daerah tersebut tercatat beberapa kali kasus kematian unggas jenis ayam dan itik dalam jumlah yang cukup banyak.

“Daerah itu yang paling rawan lantaran mobilitas masyarakatnya pun cukup tinggi. Termasuk daerah tersebut juga padat populasi unggas, karena ada pasar hewan dan pasar tradisional,” katanya.

Meski demikian, Wiwin menegaskan, pihaknya akan bergerak cepat untuk menindaklanjuti setiap laporan kematian unggas dengan menghubungi call center UPT Pusat Kesehatan Hewan dan Lab Bandung Barat melalui layanan telepon dan SMS di nomor 081320563534 atau 087722004679.

Baca Juga:PSIS Semarang Resmi Pertahankan SubangkitGethuk Tetap Tukangi Arema FC

Wiwin mengungkapkan, selain dengan menjaga kebersihan kandang pemberian Disinfektan merupakan cara yang sangat baik untuk mengantisipasi penyebaran virus.

0 Komentar