oleh

Bedakan KTP Umat Beragama

Di tengah penolakannya kepercayaan masuk kolom agama di KTP, Ma’ruf menawarkan satu alternatif tambahan: membuat dua jenis KTP. Desainnya sama persis.

Tapi, bagi umat beragama tetap ditulis kolom agama seperti saat ini. Kemudian untuk para penghayat kepercayaan, dibuatkan KTP sendiri. Di dalam KTP milik para penghayat itu, kolom agama dihapus diganti kepercayaan.

Dengan cara demikian, Ma’ruf mengatakan kepercayaan tidak disejajarkan dengan agama. Dia mengkritik alternatif penulisan kolom ’’agama/kepercayaan’’ sebab menjadikan kepercayaan sejajar dengan agama.

Baca Juga:  DP3A Bandung Akan Bentuk Puspol-PP untuk Cegah Kekerasan Pada Anak dan Perempuan

Padahal, keduanya tidak bisa disejajarkan. Begitupun jika umat beragama dipaksa menggunakan KTP yang ada kolom ’’kepercayaan’’ dikhawatirkan menimbulkan polemik.

Zudan menyambut baik masukan alternatif tersebut. ’’Sebagai staf dan saya takzim pada kiai, usulan itu akan kami bahas bersama pimpinan,’’ jelasnya.

Dia mengakui putusan soal KTP untuk para penghayat tidak akan dibahas di lingkungan Kemendagri saja. Tetapi pasti bakal dibahas bersama Presiden Joko Widodo.

Baca Juga:  Warganya Terpapar Covid-19, Lurah Rancaekek Kencana Pastikan Aman Terkendali

Sekjen Dewan Musyawaran Pusat (DPP) Majelis Luhur Kepercayaan Kepada Tuhan YME Indonesia (MLKI) Endang Retno Lastani mengatakan kemarin ada pertemuan bersama yang digalang oleh Kemendagri. Pertemuan ini turut menghadirkan perwakilan diantaranya dari MUI, Kemenag, Direktorat Kepercayaan dan Tradisi, Matakin, Walubi, dan Parisada Hindu.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga