Sementara itu, setelah DPP Partai Golongan Karya (Golkar) memutuskan ikut mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur, maka sudah dipastikan Emil bakal menjadi salah satu kontestan di pemilihan gubernur (Pilgub) Jabar pada 27 Juni 2018 mendatang.
Dengan bergabungnya partai Golkar, Emil kini sudah mengantongi sebanyak 38 persen kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat. Jumlah tersebut diperoleh dari Nasdem sebanyak 5 kursi, PKB 7 kursi, PPP 9 kursi dan Golkar 17 kursi, sehingga dengan jumlah tersebut Emil sudah melampaui syarat minimal dukungan legesltif yang dikeluarkan KPU.
Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustofa mengaku senang dengan putusan DPP Golkar yang mendukung Emil untuk menjadi Jabar I. Saan berharap, dengan bergabungnya Golkar, maka akan semakin memudahkan Emil untuk mendapat dukungan dari masyarakat Jabar. Saan yakin pada waktunya nanti 27 Juni 2018 Emil bisa terpilih menjadi Gubernur Jabar.
Baca Juga:10 Orang ASN Terindikasi PositifKoti Bandung Terbentuk, Kudu Berikan Kontribusi Nyata
”Kita bersyukur jika golkar sudah mengeluarkan surat resmi terhadap Emil. Itu akan semakin memperkuat barisan koalusi partai pengusung Emil,” papar kemarin (5/11).
Kendati sudah ada empat partai memutuskan untuk mengusung Emil, namun Saan mengaku, hingga saat ini masih belum ada komunikasi politik yang dilakukan bersama sesama partai pengusung. Namun Saan mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan melakukan komunikasi dengan para pimpinan partai pengusung.
”Sampai sekarang belum ada pembicaraan khusus dengan semua partai pendukung terkait pembentukan tim pemenangan,” ucapnya.
Meski Nasdem sebagai partai pengusung pertama Emil untuk maju menjadi Jabar I, namun Saan mengaku, Nasdem tidak akan mempermasalahkan nama calon yang akan mendampingi Emil di pilgub nanti.
Saan menuturkan, sah-sah saja jika dari PPP atau Golkar akan mengusulkan calon untuk pendamping Emil. Namun, tentu untuk pendamping itu ada kriterianya dan semuanya akan dibicarakan bersama partai koalisi pengusung.
Saat di singgung terkait pertemuannya dengan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi beberapa hari yang lalu, Saan mengaku itu hanya sebatas silaturahmi saja. ”Itu hanya kunjungan sebagi teman. Gak gak ada pembicaraan ke arah pilgub,” tandasnya.
