Klaim Produksi Gabah Capai 90 Persen

produksi GKG
PANEN RAYA: Masyarakat petani kecamata Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB) sedang melakukan pemilihan gabah dari hasil potongan padi yang baru saja dipanen raya untuk selanjutnya akan ditimbang dan menentukan hasil produksi setiap hektarnya.
0 Komentar

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Sampai Ok­tober 2017, Pemkab Bandung Barat mengklaim target pro­duksi gabah kering giling (GKG) tahun ini telah men­capai sebanyak 270.000 ton atau mencapai 90 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Ida Nurhamida mengatakan, hasil pertanian tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan di KBB, yaitu sekitar 100 Kilogram beras per tahun perjiwa. Bahkan, target produksi GKG hingga akhir tahun nanti bakal tercapai bahkan surplus.

”Sampai saat ini produksi ga­bah kering terus naik dan ham­pir mencapai target yang sudah ditentukan. Sekarang sudah capai 90 persen,” ujar Ida ketika ditemui kemarin (1/11)

Baca Juga:Angka Keinginan Hidup Lansia Makin RendahJauh Dari Bekasi Tanyakan Meikarta

Dirinya memaparkan, produksipertanian tersebut di­peroleh dari 16 kecamatan di KBB, terutama di daerah sentra padi, seperti Gununghalu, Cipongkor, Cipatat, hingga Cikalongwetan. Terlebih, kon­disi surplus produksi perta­nian ini, selalu disalurkan ke daerah lain di Jawa Barat.

Selain itu, cuaca ekstrem yang terjadi tahun ini tidak begitu berpengaruh terhadap produksipadi. Sebab, dibeberapa daerah sudah dilakukan antisipasi dengan menyediakan tempat-tempat penampungan air.

”Seperti embung-embung, itu sudah ada di beberapa areal pertanian untuk antisipasi ke­marau. Selain itu, pasokan air juga diperoleh dari beberapa daerah irigasi,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, kekeringan yang sempat melanda KBB beberapa waktu lalu tidak menyebabkan lahan pertanian puso. Dengan demikian, para petani masih bisa memanen hasil pertanian mereka.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan, Ida juga mengungkap­kan, pihaknya tengah merancang pencetakan sawah baru di Cikalongwetan dan Gununghalu masing-masing 100 hektare.

”Sekarang sudah masuk sur­vei investigasi yang kemudian akan diusulkan ke provinsi. Harapannya, sawah baru ini tercetak tahun depan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejauh ini Pemkab juga rutin mem­berikan bantuan kepada para petani melalui kelompok tani. Bantuan tersebut di antaranya berupa traktor, pompa air, rice transplantor, dan handsprayer.

Baca Juga:Kampanye Hitam Masih Jadi AncamanWJCF Buka Pemasaran Kopi Lokal

Dengan berbagai bantuan tersebut, Pemkab Bandung Ba­rat beberapa tahun lalu menda­patkan penghargaan dari presi­den sebagai daerah Swasem­bada Pangan Berkelanjutan. Artinya, KBB mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat bahkan surplus, sehingga bisa membantu daerah lain. ”Tentu kebutuhan masyarakat yang mencapai 1,6 juta jiwa sudah bisaterpenuhi malah lebih. Kamiberkomitmen ke depan produksi beras di KBB terus meningkat,” pungkasnya. (drx/yan)

0 Komentar