Adipura untuk Pelecut Jaga kebersihan

Ridwan Kamil-e-talk
PACU MOTIVASI: Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum.
0 Komentar

Arsitek, menurutnya, berpuisi dengan memanipulasi cahaya, mengonsep dinding dimiringkan, diluruskan, dan maupun membuat mihrab mesjid tidak tertutup. Pandangan tersebut berlandaskan pada dua fungsi bangunan selain untuk bangunan itu sendiri juga untuk lingkungan. ”Saya sangat percaya pada teori bahwa semakin banyak ruang publik maka akan semakin baik pembangunan manusia di suatu kota,” sebutnya.

Dalam menerapkan teori perencanaan kota, Ridwan menjelaskan, pihaknya terlebih dahulu menganalisis akar masalah yang salah satunya terkait populasi dimana selama tidak bisa diatur populasi akan berebut resources seperti layanan, air, dan lain sebagainya.

Karena sumber permasalahan ada pada manusia, maka setelah ditemukan akar masalahnya, baru kemudian dicari solusi dengan melahirkan beragam inovasi seperti layad rawat, kendaraan konseling silih asih (kekasih), dan masih banyak lagi.

Baca Juga:Appetizer hingga Dessert MinangBPJS Ketenagakerjaan Sasar Pasar Tradisional

”Pembangunan itu tidak bisa diberhentikan melainkan bisa dikendalikan. Dulu Kota Bandung hanya didesaib untuk populasi 300.000 penduduk, sekarang 2,4 juta jiwa. Jadi solusinya adalah bagaimana kita mengendalikannya agar semua aman,” tutur dia.

Pada praktiknya, Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan kebijakan untuk membuat pusat baru tata ruang kota lewat konsep Bandung Tekhnopolis dimana kawasan baru tersebut harus jadi kota mandiri yang tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi melainkan juga sisi lingkungan dan sosial.

Di samping itu, pihaknya pun melakukan konsep urban mobility dengan master plan urban mobility project. Tujuan besarnya ingin agar warga Kota Bandung dapat bergerak tanpa harus terus menerus bergantung pada mesin. ”Problem lain Bandung adalah macet dimana harus ada transportasi massal yang memadai. Sambil menunggu hal itu terwujud, saya ambil kebijakan sekolah harus dekat rumah, pada akhirnya warga bergerak menggunakan sepeda, membudayakan jalan kaki dengan memperbaiki trotoar,” papar Ridwan.

Tujuan akhir dari semua yang Ridwan lakukan adalah kebahagiaan bagi warga Kota Bandung. Sejauh ini upayanya sudah mulai menunjukkan hasil dimana indeks kebahagiaan kota Bandung meningkat menjadi 73,42 (sangat bahagia).

”Buat apa kaya tapi warganya tidak betah, buat apa bangunannya hijau tapi warganya stress. Saya mencoba memadukan antara konsep bangunan berwawasan lingkungan dengan terus berinovasi demi membahagiakan warga,” imbuhnya.

0 Komentar