Masuk Tol Justru Macet, Masyarakat Belum Sepenuhnya Paham e-Toll Card

e-Toll
INI e-Toll: Seorang penjual kartu e-toll memperlihatkan kartu e toll di salah satu gerbang tol, baru baru ini.
0 Komentar

jabarekspres.com, CIMAHI – Penerapan transaksi non tunai menggunakan e-Toll Card, mulai diterapkan, kemarin (19/10). Namun, bukannya lancar, yang ada malah antrean panjang karena mesin tapping untuk membaca kartu e-Toll lambat dalam merespon.

Kondisi ini terjadi di Gerbang Tol Baros II, Kota Cimahi. Antrean sepanjang hampir dua kilometer terjadi di ruas Jalan Raya HMS Mintaredja, menuju akses tol.

Akibatnya, para pengendara mengeluhkan lambatnya proses transaksi di gerbang tol. Sebab, mesin tapping kerap error. Padahal, penerapan transaksi non tunai di gerbang tol yang menjadi hajat dari Bank Indonesia dan pihak Jasa Marga bermaksud untuk mempercepat proses transaksi.

Baca Juga:Independen Butuh 2,1 Juta e-KTPJadwal Program Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Bulan Oktober 2017

”Lumayan memperlambat juga. Biasanya macetnya tidak seperti ini, tapi sekarang cukup panjang antrean macetnya. Saya kira persiapannya masih kurang matang,” ujar Windarto, seorang pengendara mobil yang ditemui di Gerbang Tol Baros, kemarin.

Selain mengeluhkan lamanya proses transaksi di pintu tol dan menyebabkan kemacetan, top up saldo untuk e-Toll Card juga masih menjadi hambatan. Padahal sebelumnya, pihak Jasa Marga sendiri menyebutkan top up saldo e-Toll Card bisa dilakukan di sejumlah minimarket, bank, dan gerai yang telah ditunjuk oleh Jasa Marga dan Bank Indonesia.

”Kemarin sempat mau isi saldo di Alfamart sama Indomaret rest area, itu katanya tidak ada. Ke bank juga sempat tidak dilayani karena ya tidak bisa top up. Kan ribet kalau misalnya sudah di dalam tol dan ternyata pas mau transaksi ternyata saldonya kurang,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas PT Jasa Marga Purbaleunyi Dadan Saripudin saat dikonfirmasi mengatakan, banyak pengendara yang belum memahami cara menggunakan e-Toll Card.

”Cukup ditempelkan saja kartunya, tidak perlu digesek-gesek. Memang masih ada beberapa pintu tol yang mesin tapping-nya slow respon, tapi akan kita benahi juga,” tuturnya.

Menanggapi keluhan dari masyarakat mengenai penerapan transaksi non tunai, Dadan mengaku, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pengguna jalan tol.

”Masyarakat juga harus terbiasa menggunakan sistem elektronisasi untuk mengakses jalur tol,” tegasnya.

Baca Juga:Program P2WKSS Tingkatkan Peranan Wanita di KeluargaPenguatan Literasi dan Perpustakaan secara Merata

Sebelumnya beredar kabar jika Jasa Marga membagikan e-Toll Card kepada pengendara secara cuma-cuma. Namun Dadan mengklarifikasi hal tersebut agar tidak menimbulkan misinformasi.

0 Komentar