Wah, Tulisan Disposisi Gubernur Hari Ini kok Lain

Wah, Tulisan Disposisi Gubernur Hari Ini kok Lain
HUMAS PEMPROV NTT FOR TIMOR EXPRESS/JPG
MOTIVASI LANGSUNG: Sarah Wilhelmina Lenggu didampingi Frans Lebu Raya di ruang kerja gubernur NTT, baru-baru ini.
0 Komentar

Sarah memimpin rapat koordinasi. Rakor itu berlangsung hingga pukul 11.30. Isu yang dibahas pun dekat dengan keseharian mereka: pernikahan di usia dini. Awalnya Sarah masih tampak malu-malu dan kikuk. Tapi akhirnya terbiasa. Tak gugup lagi saat memimpin rapat para pemimpin OPD yang juga diikuti rekan-rekan sebayanya tersebut.

Bahkan, seusai rapat, Sarah meladeni para wartawan yang telah menunggu. ”Kami ingin pemerintah bisa menanggulangi supaya anak perempuan Indonesia juga mempunyai hak untuk meraih kemerdekaan sehingga tidak terjadi pernikahan di usia dini,” katanya.

Menurut Isny, lewat program tersebut, memang diharapkan anak-anak perempuan NTT termotivasi untuk meniti jalan menjadi pemimpin. ”Terutama berkaitan dengan isu pernikahan di usia dini,” tuturnya.

Baca Juga:Sebanyak 70 Jamaah Belum Boleh PulangCiletuh Gelar Festival Selancar Skala Dunia

Kepala Dinas P3A NTT Erni Usboko menjelaskan, kegiatan itu dilatarbelakangi fakta sangat minimnya perempuan menjadi pemimpin. ”Mereka diajari bagaimana memimpin suatu organisasi atau lembaga. Berkaitan dengan cara memimpin rapat, pengambilan keputusan, dan menghasilkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti,” ujar dia.

Rakor pun berlangsung serius. Di bawah pimpinan Sarah, semua usul dibahas. Kesimpulan rapat pun dicatat. Hasilnya diserahkan kepada Gubernur Frans.

Karena itu pula, Frans mendukung sekali penyelenggaraan program tersebut. Dia pun menyambut gembira kedatangan Sarah dan rekan-rekan sebayanya di kantornya. ”Mereka punya cita-cita tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Momen perayaan Hari Anak Perempuan Internasional sejatinya baru jatuh pada 11 Oktober. Tapi, di NTT peringatan diadakan lebih cepat karena nanti perwakilan provinsi mengikuti acara puncak di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta.

Acara yang direncanakan berlangsung pada 11 Oktober itu bakal diikuti 21 remaja perempuan terpilih se-Indonesia. Mereka akan ber­tindak sebagai ”menteri sehari” beserta jajarannya.

Bagi Sarah, semuanya barulah langkah awal. Memang banyak pelajaran berharga yang dipetik. Tapi, itu tak lantas membuatnya berpuas diri. Dia siap bekerja lebih keras untuk mengejar cita-cita. ”Saya ingin menunjukkan bahwa anak Indonesia punya masa depan dan bisa meraih cita-cita,” tegasnya. (*/sam/aln/JPG/c9/ttg/rie)

0 Komentar