Susu Ultrajaya Timbulkan Bau Busuk

PT Ultrajaya
KUNJUNGAN ILMIAH: Sejumlah Mahasiswa dari Perguruan tinggi negeri tengah melakukan penelitian mengenai proses pengelolaan susu di Pabrik Susu Ultrajaya Padalarang Kabupaten Bandung Barat belum lama ini.
0 Komentar

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Bau Limbah hasil dari pengelolaan susu milik perusahaan PT Ultrajaya masih belum tertangani dengan benar. Sehingga, puluhan warga kembali mendatangi perusahaan tersebut untuk mengingatkan agar pengelolaan limbah di Pabrik Susu kemasan ini dilakukan sesuai dengan aturan.

Koordinator aksi, Iwan Abdulrahman mengatakan, pihaknya bersama warga dari enam RW mendesak pabrik tersebut untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah. Sebab, selama ini bau yang dihasilkan oleh limbah sangat mengganggu aktivitas warga.

Pihaknya, manajemen PT Ultrajaya yang tidak merespon keluhan warga tersebut. Terlebih aksi unjuk rasa ini adalah yang ketiga kalinya

Baca Juga:PDAM Tirta Raharja Di UltimatumBangun Smart City, Pemkab Kerjasama dengan Telkom

” Warga sudah tidak tahan dengan bau busuk yang sudah mencemari lingkungan kami. Tujuan kita, hanya ingin pabrik ini menyelesaikan bau busuk,” jelas Iwan ketika ditemui disela-sela demo kemarin (25/9)

Iwan mengakui, selama puluhan tahun beroperasinya PT Ultrajaya, tempat tinggalnya selalu tercium bau busuk. Namun, pihak Ultrajaya malah tidak menggubris keluhan warga.

” Pihak Ultraja hanya bilang, warga harap bersabar saja. Tapi sampai sekarang masih saja belum ada kepastian. Dan sekarang masyarakat sudah habis kesabarannya,” sesalnya.

Iwan menegaskan, jika dalam seminggu ini, tidak bisa menanggapi keluhan warga, maka pihaknya berencana akan terus melakukan aksi demo dengan jumlah masa yang lebih besar lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, mengaku sudah mendengar keluhan warga tersebut. Sehingga, pihaknya akan melakukan uji lab udara untuk melakukan perbandingan terkait bau busuk yang ditimbulkan tersebut.

Menurutnya, jika air sampai di bawah baku mutu, maka pihaknya pun akan mencari solusi dengan mempersiapkan teknologi lain yang mampu menahan bau busuk.

“Hasil tinjauan IPAL di Ultra, sebenarnya semua sudah memenuhi aturan. Namun, kita akan sarankan agar perusahaan mencari teknologi yang bisa menekan tingkat kebauan,” katanya.

Baca Juga:Seragam Sekolah Jadi Ajang BisnisPembuang Limbah Baru Diberi Peringatan

Apung menambahkan, sebelumnya masyarakat bersama pihak perusahaan pun sempat melakukan mendiasi terkait permasalahan tersebut.

Meski demikian, masyarakat keberatan dan terganggu kenyamanannya, maka pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan Kementerian.

“Pihak Ultra mengklaim bau itu tidak mengganggu kesehatan. Tapi, baunya itu yang membuat warga kesal dan mengganggu,” tandasnya. (drx)

0 Komentar