jabarekspres.com, NGAMPRAH – Masih buruknya infrastruktur yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat keberadaan Obyek wisata diwilayah dikhawatirkan mengalami penurunan pengunjung.
Padahal, aksebilitas menjadi unsur penting dalam membangun dan mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Seksi Pengelolaan Destinasi Pariwisata pada Disparbud Kabupaten Bandung Barat David Oot mengungkapkan, pembangunan infrastruktur untuk aksebilitas menjadi tugas pemerintah daerah dalam membangun sektor pariwisata di KBB. ”Kalau infrastruktur masih rusak tentu akan mengganggu jumlah kunjungan,” ujar David di Ngamprah, kemarin.
Baca Juga:Sita 4 Ton Bahan Baku PCCSatpol PP Cegat Mobil Pembawa Miras
Diakui David, memang pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab dalam menyediakan infrastruktur untuk aksesibilitas agar industri pariwisata ini bisa berkembang. Meski demikian, menurutnya untuk mengembangkan sektor pariwisata ini, diperlukan kerjasama diantara seluruh leading sektor.
”Untuk mengembangkan pariwisata agar lebih maju dan berkembang, tentu dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk dengan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh David menjelaskan, untuk meningkatkan potensi wisata, selain dibutuhkan aksebilitas yang memadai, amenitas, aktrasi pun dibutuhkan. Dia pun mengungkapkan, ketersediaan sarana penunjang pariwisata tersebut merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pengembangan sebuah daerah sebagai daya tarik wisata. ”Tiga unsur seperti aksebilitas, amenitas, dan aktrasi ini sangat penting di pariwisata. Karena faktanya fasilitas-fasilitas ini merupakan penunjang yang harus tersedia di sebuah objek wisata,” katanya.
David menambahkan, pemerintah daerah harus bisa mempunyai visi misi pariwisata. Dengan begitu, segala anggaran yang dibutuhkan terkait pengembangan pariwisata dari pusat pun bisa direalisasikan. ”Harapan dan target kami ke depan tentu objek wisata bisa terus berkembang. Karena dari wisata ini bisa menghasilkan PAD yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menilai, Pemkab sangat gagal mengelola objek wisata milik pemerintah daerah. Padahal, jika dikelola dengan baik, PAD akan lebih meningkat dan bisa jauh lebih besar. ”KBB itu dikenal dengan wisatanya. Tapi, paktanya Pemkab gagal mengelola wisata, itu terlihat dari minimnya PAD dan kurang diminati pengunjung. Masa PAD hanya Rp28 juta ke bawah setiap tahunnya, PAD segitu habis untuk gaji pegawai yang menjaga wisata juga,” sesal Aa.
