Salah seorang anak bernama Kholiq menuturkan dirinya datang awal bulan puasa lalu. Kedatangannya ke Bandung karena berkeinginan bersekolah tinggi dan kelak bisa memajukan kampung halamannya. ”Memang awal-awal kami datang ke sini harus beradaptasi dengan lingkungan. Alhamdulillah tidak terlalu sulit,” tuturnya, dengan logat khas Timornya.
Kholiq mengaku, dirinya bersama teman-temannya tidak sama sekali merasa dipaksa untuk masuk agama Islam. Namun karena seringnya belajar tentang Islam hingga dirinya memutuskan untuk masuk Islam.
”Awalnya orangtua sempat tidak setuju. Tapi mungkin karena ini sudah jalan kami akhirnya orangtua menyetujuinya,” akunya.
Baca Juga:JNE Bandung Memajukan UKMArfi Lebih Pilih Nasdem
Kendati demikian, ada pula hambatan lain yang harus dia terima, karena di kampung halamannya sempat ada orang yang mengancam kedua orangtuanya setelah tahu, kholiq masuk Islam.
”Orangtua saya juga sempat mendapatkan ancaman dari tokoh agama di sana. Mereka mengatakan jika saya masuk Islam, maka mereka tidak akan bisa bertemu saya lagi,” bebernya.
Namun karena keinginan orangtuanya untuk menjadikan dirinya seorang anak yang soleh dan berpendidikan, maka orangtuanya tetap mengijinkan Kholiq untuk memeluk agama Islam. ”Saya ingin sekolah tinggi dan kuliah di jurusan dakwah. Saya nanti akan kembali ke Timor dengan berbekal ilmu pendidikan disini, saya akan membantu orang disana dan menyebarkan islam juga,” pungkasnya. (ziz/ign)
