oleh

Laporan Pungli Tidak Terbukti

jabarekspres.com, JAKARTA – Pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan masih banyak. Di antaranya muncul dari rekapitulasi laporan yang masih di Tim Sapu Bersih (saber) Pungli. Namun setelah ditindaklanjuti banyak laporan pungli yang tidak valid.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan data yang di lansir Tim Saber Pungli itu sifatnya adalah pengaduan dari masyarakat. ’’Itu belum berupa kasus yang benar-benar pungli,’’ katanya di kantor Kemendikbud kemarin.

Muhadjir mengungkapkan total laporan pengaduan pungli di dunia pendidikan mencapai 199 kasus. Jumlah ini lantas membuat Kemendikbud berada di rangking satu dari sepuluh instansi dengan laporan pungli terbanyak.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu lantas menerjunkan tim untuk mengklarifikasi laporan itu bersama dengan tim dari Saber Pungli. Hasilnya tidak seluruh laporan yang masuk itu adalah benar-benar pungli. Hasil akhirnya menurut Muhadjir, dari 199 laporan itu hanya sepuluh laporan yang valid terindikasi pungli.

’’Selebihnya itu bukan pungli. Tetapi sumbangan resmi di sekolah yang sudah sesuai prosedur,’’ katanya.

Muhadjir mengatakan sudah ada Permendikbud 75/2016 yang mengatur tentang Komite Sekolah. Di dalam Permendikbud itu Komite Sekolah diberi kewenangan untuk menggalang sumbangan atau pungutan resmi di sekolah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga