Sepuluh Calhaj Cianjur Gagal Berangkat

Sepuluh Calhaj Cianjur Gagal Berangkat
ILUSTRASI
GAGAL BERANGKAT: Calon jemaah haji yanga gagal berangkat pulang dengan perasaan kecewa.
0 Komentar

“Kan ada penambahan kuo­ta, dari sebelumnya 1.061 menjadi 1.382 jamaah atau bertambah 321 jamaah. Jadi ada kloter tambahan yang berangkat besok. Kami harap semuanya berjalan lancar, dan jamaah pengganti bisa men­dapatkan visa serta paspornya nanti malam, supaya bisa be­rangkat bersamaan,” katanya.

Di sisi lain, sebanyak 244 personil gabungan bakal dis­iagakan saat pemberangka­tan jamaah haji kloter 1 dan 2. Para petugas keamanan tersebut bakal mengantisi­pasi tindak kriminal saat pem­berangkatan dan mengatur lalu lintas yang diperkirakan akan mengalami kepadatan.

Kabagops Polres Cianjur, Kompol Warsito mengatakan, personel gabungan itu terdiri dari 104 anggota Polres dan 140 anggota TNI, Dishub, serta Satpol PP.

Baca Juga:Krisis Air Terjang Delapan Kecamatan di SukabumiWujudkan Citarum yang Bersih

“Hari ini (kemarin) kami lakukan koordinasi dengan Kantor Kemenag Cianjur dan seluruh pihak keamanan un­tuk rekayasa lalu lintas dan pencegahan tindak kriminal saat pelaksanaan pemberang­katan,” kata dia saat ditemui di halaman Kantor Kemenag Cianjur.

Menurutnya, saat pem­berangkatan haji masalah yang rawan terjadi ialah kemacetan, sebab jamaah kerap membawa rombongan pengantar sampai lebih dari satu mobil. Hal itu membuat arus lalu lintas menjadi padat.

Oleh karena itu, lanjut dia, para pengantar jamaah haji diarahkan untuk tidak me­markirkan kendaraannya di sepanjang Jalan Raya Band­ung, namun dialihkan ke Jalan Aria Wiratanu Datar.

“Semua dipusatkan di sana, termasuk bus yang berang­kat. Tapi kalau masih padat, kemungkinan ada rekayasa lalu lintas yang sifatnya situ­asional,” kata dia.

Selain urusan lalu lintas, Warsito juga mengingatkan pada para jamaah untuk ber­hati-hati ketika ada orang yang mengaku sebagai sanak keluarganya, sebab dikha­watirkan ada pelaku tindak kriminal yang memanfaatkan situasi.

“Ada kemungkinan pelaku tindak kriminal yang mengaku keluarga dan mengambil ba­rang berharga milik jamaah. Makanya kami tempatkan petugas juga di setiap bus dan lingkungan Kemenag untuk antisipasi hal tersebut,” ung­kap dia.(bay/tts)

0 Komentar