Situasi tersebut, sambung dia, hanya terjadi di wilayah perkotaan. Namun, untuk wilayah pinggiran, justru pihak sekolah mendatangi masyarakat untuk mengajak mendaftarkan anaknya ke sekolah yang masih sepi peminat. ”Persoalannya siswa di pelosok kekurangan murid, sampai sekolah melakukan promosi. Kalau di kota orang tua semangat sekolah ke sekolah favorit,” tegasnya. (pan/dtk/rie)
Baru 200 Ribu Siswa Lolos
- Baca artikel Jabarekspres.com lainnya di Google News