Warga Khawatir Cium Bau Belerang Tangkubanparahu

Warga Khawatir Cium Bau Belerang Tangkubanparahu
JADI OBYEK: Wisatawan yang datang ke Gunung Tangkubanparahu biasanya sering turun ke bawah kawah untuk melakukan mengabadikan. Padahal kegiatan ini sangat berbahaya.
0 Komentar

jabarekspres.com, BANDUNG – Sebagian warga kota Bandung di Desa Mekarwangi yang berbatasan langsung dengan daerah Dago di Kota Bandung mengakui sempat mencium bau belerang yang menyengat.

Dadang Rahardi (30) mengakui, bau gas belerang sempat tercium oleh dirinya bersama warga lainnya. Bahkan bau gas seperti bau telur busuk yang sangat menyengat.

Dirinnya mengatakan, meskipun tidak terlalu sering bau belerang tersebut tercium sejak tiga hari terakhir ini. Bahkan bau mulai terasa sekali ketika waktu pagi

“Saya epernah merasakan mencium baunya pada jam 7 pagi,”kata Dadang

Baca Juga:Arah Pembangunan Garut Harus Sejahterakan MasyarakatVolume Sampah Di Selatan Garut Meningkat Tajam

Selain itu, Juhaedi (50) mengatakan hal yang sama. Bahwa, bau belerang selama ini tidak pernah tercium. Apalagi, Gunung Tangkubanparahu berjarak sangat jauh

Ketika dikonfirmasi Kasubbid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Badan Geologi PVMBG Hendra Gunawan menuturkan, adanya bau belerang yang menyengat hingga tercium dari jarak jauh kemungkinan besar berasal dari Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Menurutnya, gas belerang merupakan gas hidogen sulfida (H2S) atau sulfur dioksida (SO2) yang biasa disemburkan oleh gunung berapi.Bahkan, intensitasnya bisa saja meningkat ketika ada peningkatan aktivitas

Kendati begitu, dia memastikan bahwa aktivitas Gunung Tangkubanparahu masih dalam kondisi normal.Adapun terciumnya bau belerang sampai jauh dikarenakan terbawa angin saja.

“Gas H2S dan SO2 di Gunung Tangkubanparahu masih dalam kondisi normal,”cetus dia

Hendra menuturkan, kondisi gas SO2 akan berbahaya jika berada di atas ambang batas normal, yakni lebih dari 50 part per million.

“Sekarang kandungan SO2-nya itu masih di bawah 20 ppm. Kami kan terus mengukur gasnya. Hari ini juga, nanti sore kami ukur lagi kita akan pantau terus,”kata dia

Baca Juga:Disnakertrans Diserbu Pencari KerjaUpaya Bantu Perlindungan Anak, Pemkab Sukabumi Luncurkan Program Yes I Do

Dirinya menghimbau, masyarakat untuk tidak mendekati kawah, ikuti BPBD dan pengelola di sana. Bahkan, pihaknya akan melakukan pengukuran dan monitoring yang dilakukan selama 24 jam.

Dia pun menegaskan, keluarnya gas hingga tercium oleh warga di perkotaan bukan karena ada hubungannya dengan aktifitas gunung di Dieng. Pasalnya tiap gunung memiliki dapur magma yang berbeda-beda.

Hendra menambahkan, berdasarkan aplikasi magma Indonesia, saat ini aktifitas Gunung Tangkuban Parahu dengan elevasi 2084 meter dpl. Terpantau cuaca cerah, intensitas asap tipis tebal putih.

0 Komentar