Kendati pembangunan konstruksi utama proyek belum dimulai dan keberadaan pembangkit tersebut belum terlihat, kata dia, masyarakat di sekitar PLTA ini sudah dapat merasakan perubahan positif melalui bantuan tersebut. Salah satunya adalah adanya akses jalan yang lebih baik.
Sebelum ada peningkatan jalan, akses menuju desa di sekitar proyek tergolong rusak dan sempit sehingga tidak semua jenis kendaraan bisa berlalu lalang. Dengan bantuan infrastruktur ini tentu diharapkan masalah sosial yang mengemuka pada masa persiapan dan pelaksanaan konstruksi pembangkit dapat teratasi.
Tak hanya bantuan Infrastruktur, sejak tahun 2016 PLN UIP JBT I juga aktif memberikan bantuan CSR kepada masyarakat terkena proyek yang berada di Ring 1 proyek pembangkit. Program CSR ini terbagi menjadi tiga program besar. Di antaranya program Community Relation, Community Services, dan Community Empowering. Bantuan CSR senilai Rp 2,3 miliar telah disalurkan di 2016. Kemudian dilanjutkan dengan bantuan senilai Rp 3,6 miliar di 2017.
Baca Juga:Cerita Jamaah Tabligh Terjebak Baku Tembak di Filipina SelatanSOKSI Gagas Badan Pemantau Nilai Ideologi
Pada Mei lalu, PLN baru saja merealisasikan bantuan CSR senilai 1 miliar di empat lokasi proyek pembangkit. Di antaranya melalui program pelatihan pengolahan makanan menjadi produk oleh-oleh khas daerah, pelatihan pengelasan di wilayah PLTU Indramayu. Lalu, pembangunan lapangan voli PLTA Jatigede di Desa Cipeles, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Renovasi Jalan Kampung di sekitar PLTA Cisokan, dan Bantuan Sarana Prasarana Pendidikan PAUD di sekitar PLTGU Muara Tawar. (A1/rie)
