Kerukunan antarumat juga dijaga betul. Tepat di sebelah masjid tersebut ada gereja berdiri. Hamdi menuturkan, pihak masjid sering mengundang jamaah gereja di sejumlah acara, terutama saat Ramadan.
”Biar mereka tahu bagaimana Islam sebenarnya. Sampai saat ini, tanggapan mereka positif, bahkan selalu ingin datang tiap masjid ini punya acara,” ungkapnya.
Keterbukaan itu pula yang membuat warga muslim di Gold Coast bisa beribadah dengan tenang. Tak ada kejadian berarti berupa stigmatisasi atau diskriminasi.
Baca Juga:Bogor Terancam Krisis Air Penambahan Kursi DPR Tidak Menjamin Peningkatan Kinerja
Padahal, Islam sempat menjadi sorotan tajam di Negeri Kanguru itu selepas tragedi bom Bali I (12 Oktober 2002) dan bom Bali II (1 Oktober 2005). Di peristiwa pertama, mayoritas korban (88 orang) berasal dari Australia. Di tragedi kedua, 4 Aussie -sebutan untuk orang Australia- kehilangan nyawa.
Menurut Goss, pendekatan dilakukan terhadap berbagai kalangan. Mulai polisi sampai politisi. ”Mereka (polisi dan politisi, Red) kami undang jika ada acara, begitu juga sebaliknya. Mereka sangat mengapresiasi kerukunan umat Islam di sini,” katanya.
Tak ada kesulitan pula dalam pembangunan Masjid Gold Coast. Goss mengenang, pemerintah setempat hanya menggariskan, pembangunan harus selesai dalam waktu dua tahun.
”Banyak muslim di Australia yang bantu. Beberapa perwakilan masjid juga memberikan informasi ke beberapa negara Islam dan akhirnya sumbangan mereka bisa untuk bangun masjid dalam dua tahun,” katanya.
Sejauh ini sudah sekitar 8 ribu jamaah pernah beribadah di Gold Coast Mosque. Mereka berasal dari 60 negara. Indonesia termasuk mendapat tempat istimewa di masjid tersebut. Sejak kali pertama masjid berdiri, muazinnya selalu orang Indonesia. Hamdi sendiri merupakan wakil muazin utama yang sedang berhalangan hadir karena harus pulang ke Indonesia untuk merawat ayahnya yang sakit. ”(Muhammad) Hasan namanya. Dia sejak 1994 jadi muazin,” terangnya.
Menurut Goss, pengumandang azan selalu orang Indonesia karena dinilai punya suara sangat indah dan merdu. ”Tidak ada yang bisa menyaingi. Walau suara speaker di Gold Coast diatur desibelnya agar tidak mengganggu orang lain, berkat suara azan yang indah itu, orang trenyuh dan berbondong-bondong datang,” terangnya sambil menepuk punggung Hamdi, lantas tertawa.
