Dikabarkan Hilang, Jenazah Dosen ITB Mengambang di Cirata

Dikabarkan Hilang, Jenazah Dosen ITB Mengambang di Cirata
0 Komentar

”Setelah berdiskusi dengan keluarga, ibu dan istrinya membenarkan jika jenazah itu Suryo. Semalam masih ragu karena jenazah sudah membengkak,” kata dia saat ditemui di IPJ RSUD Sayang Cianjur.

Menurutnya, beberapa ciri yang ada pada jasad tersebut meyakinkan jika itu merupa­kan Dosen ITB yang hilang beberapa hari terakhir. Di antaranya, kaos hitam ber­gambar kopi, bekas operasi pada dadanya, serta bebera­pa ciri lainnya. ”Dari ciri itu, istri dan ibunya yakin jika itu merupakan Suryo,” katanya.

Meski begitu, keluarga akan melakukan otopsi dan tes DNA untuk memastikannya. ”Se­telah otopsi kami akan bawa ke Bandung untuk dimakam­kan. Terkait hasil DNA itu hanya untuk memastikan, prosesnya kan panjang seki­tar sepekan,” tuturnya.

Baca Juga:Mendorong Peluang Calon Perempuan dalam Pilgub Jabar 2018PPDB Terpadu Diundur

Dia mengungkapkan, ke­ponakannya yang terakhir bertemu sepekan lalu di ru­mahnya di Komplek ITB di­kenal sebagai orang yang pendiam. Suryo sebelumya tinggal di rumah sang kakek, kemudian pindah di rumah dinas. ”Dia baru mengajar tiga tahun di ITB, orangnya memang tertutup,” jelasnya.

Sebelum hilang, kata dia, Suryo nampak baik-baik saja, tidak ada gelagat mencurigakan apalagi sampai menunjukkan raut wa­jah penuh tekanan. Apalagi se­telah anak pertamanya yang kini berusia sekitar 40 hari men­dekati prosesi akekah.

Ditanya tentang masalah di keluarga atau tempatnya mengajar, Widanarto men­gungkapkan jika tidak ada masalah. Komunikasi orang­tua dengan menantunya pun baik. ”Tidak ada masalah di keluarga, tapi tidak tahu kalau di kampusnya,” katanya.

Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, menuturkan, pi­haknya masih menunggu hasil autopsi untuk memas­tikan penyebab kematian Suryo Utomo dosen ITB yang ditemukan mengambang di Sungai Cisokan.

Menurut Benny, sampai Minggu (14/5) sore, belum ada kesimpulan dari pene­muan jasad ayah satu anak tersebut, baik penyebab me­ninggal ataupun penyebab luka pada tubuhnya.

”Kami masih menunggu hasil otopsi, belum bisa me­nyimpulkan penyebab kema­tian korban,” katanya saat ditemui di IPJ RSUD Sayang.

Menurutnya, kepastian je­nazah yang ditemukan di Kampung Jayabaya Desa Sin­dangsari Kecamatan Ciranjang itu merupakan Suryo yakni berdasarkan pengakuan dari salah seorang keluarga korban.

0 Komentar