Dedi Fadim, Kolektor Action Figure dan Founder KMI

Dedi Fadim, Kolektor Action Figure dan Founder KMI
NGEFANS BERAT: Dedi Fadim beserta sejumlah merchandise dan action figure koleksinya, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Kian larut dalam kisah superhero Marvel, kecintaan Dedi pada karakter fiksi tersebut makin memuncak. Kian lama ekspresi cintanya tak lagi bisa terpenuhi hanya dengan komik, buku, atau majalah.

Pada 2007 sulung dua bersaudara itu pun mulai merambah action figure. Senang dan puas dirasakannya ketika bisa melihat atau memiliki sosok mainan superhero yang diidolakannya. ”Koleksi pertama saya adalah action figure Iron Man dengan kostum lamanya yang berwarna emas,” kenangnya.

Dari Iron Man, koleksi Dedi terus bertambah. Bukan hanya di Jakarta, dia juga berburu action figure Marvel hingga ke luar negeri. Biaya dan harga mahal tak jadi soal asalkan dia bisa memeluk mainan kesayangan. Atau, jika tidak sanggup ke luar negeri, Dedi akan menitip ke teman.

Baca Juga:Dedi Berharap Dukungan PerindoTembak Mati Dua Pelaku Ranmor

Misalnya di ajang pop culture San Diego Comic-Con (SDCC) di California, AS. Biasanya, di event itu dijual sejumlah action figure Marvel edisi eksklusif dengan logo SDCC ataupun tanda tangan aktor pemeran superhero atau perwakilan Marvel. Untuk mendapatkan action figure edisi khusus tersebut, Dedi harus menitip kepada teman yang berkunjung ke sana.

Bagi Dedi, action figure dengan logo SDCC dan tanda tangan terasa lebih spesial. Ada kebanggaan tersendiri ketika membeli action figure edisi eksklusif itu. ”Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata sih. Yang pasti seneng banget kalau dapat edisi eksklusif,” ungkap pria 36 tahun tersebut, lantas tertawa.

Cara lainnya, Dedi biasanya menitip mainan kepada teman di AS yang huniannya dekat dengan pusat penjualan mainan Marvel kualitas asli. Atau dengan membeli di toko online tepercaya. Dedi pernah antre di toko online eBay sampai berjam-jam demi mendapatkan action figure incarannya. ”Kadang dapat, kadang kehabisan,” ceritanya.

Dedi juga pernah ikut dalam proses lelang secara online. Setiap calon pembeli menawar dengan harga tertinggi untuk mendapat sebuah action figure edisi terbatas. Sayang, Dedi selalu kalah oleh calon pembeli lain yang menawar dengan harga lebih mahal darinya.

Sejumlah kejadian pahit pun pernah dialami Dedi ketika memesan atau membeli mainan dari luar negeri. Mulai biaya kepabeanan yang terlampau tinggi hingga barang yang hilang dalam proses pengiriman.

0 Komentar