Kini sebagian besar mainan atau action figure masih berada di kotak kemasannya. Menurut Dedi, itulah salah satu cara agar mainannya tetap awet dan utuh. Setelah sampai ke tangan Dedi, action figure dijadikan pajangan yang akan membuatnya puas kala memandang. ”Rasanya senang bisa lihat sosok superhero idola tiap hari,” katanya.
Tak lama, seluruh kamarnya dipenuhi sosok superhero Marvel. Karena rumah Dedi berada di kawasan Priok, Jakarta Utara, yang dekat dengan pantai, beberapa kemasan mainannya pun menguning lantaran kena udara laut yang mengandung garam. ”Butuh waktu sekitar seminggu untuk membersihkan semua koleksi,” ucapnya.
Akhirnya koleksi mainan Dedi pun dipindahkan ke lokasi Marv’s Toys di Jakarta Selatan. Di situ ruangan yang tersedia untuk menampung koleksi mainannya lebih besar dan luas. Supaya rapi, Dedi menyimpan action figure-nya di tiga lemari kaca. Udara yang lebih bersih pun mencegah mainan ataupun kemasannya rusak.
Baca Juga:Dedi Berharap Dukungan PerindoTembak Mati Dua Pelaku Ranmor
Suatu ketika Dedi merasa perlu sedikit membersihkan alias mengurangi koleksinya agar lebih fokus dan tertata. Maka, dia memutuskan untuk menjual sebagian koleksinya. Untung, karena masih utuh dan dalam kondisi bagus, sebagian koleksi Dedi akhirnya laku terjual. Kini yang tersisa tinggal 500 action figure.
Sukses sebagai kolektor, Dedi merasa perlu membangun sebuah komunitas pencinta Marvel. Sebab, menurut dia, komunitas sesama penggemar bisa membuat rasa cinta kepada Marvel semakin kuat. Maka, bersama keempat temannya, Dedi menggagas KMI pada 2009.
Salah seorang rekan Dedi, Krisna, iseng mengirim e-mail ke pihak Marvel di AS untuk meminta izin mendirikan komunitas pencinta Marvel di Indonesia. Tak disangka, tiga bulan kemudian, pihak Marvel membalas surat elektronik tersebut.
Isinya persetujuan pembentukan KMI. Asalkan komunitas itu tidak didirikan untuk tujuan komersial alias murni sebagai wadah para fans untuk bersosialisasi. ”Printout e-mail balasan dari Marvel masih kami simpan sebagai bukti bahwa komunitas ini mendapat persetujuan tertulis dari Marvel,” katanya bangga.
Sebagai komunitas resmi, KMI sering terlibat dalam berbagai event seputar Marvel. Misalnya nonton bareng saat ada film terbaru Marvel yang dirilis, cosplay, kumpul bareng untuk membahas serba-serbi Marvel, atau pameran pop culture seperti Indonesia Comic-Con. ”Sekarang anggotanya ada ratusan di Bandung, Jakarta, Surabaya, Manado, dan beberapa kota lain di Indonesia,” sebutnya.
