Akui Ingin Islamkan NKRI

HTI
IMAM HUSEIN/JAWA POS
PEBELAAN: (Dari kiri) Wakil Ketua Umum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rahmat S Labib, juru bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto memberikan keterangan pers di Kantor DPP Hizbut Tahrir, Jakarta.
0 Komentar

”Jangan terburu-buru membuat satu pengumuman tanpa dipastikan lebih dulu semua tahapan (pembubaran) sudah dilakukan atau belum,” kata dia.

Sebab, bukan tidak mungkin pengumuman itu mematik reaksi yang dapat berujung pada perpecahan. Karena itu, KontraS berharap besar pemerintah sudah menyiapkan skema berikut prasarana untuk menghindari resiko tersebut. ”Karena kalau itu tidak dianisipasi sejak awal, kami khawati justru perpecahan di akar rumput semakin runcing,” ucap Yati. Sehingga niatan pemerintah melindungi NKRI dengan membubarkan HTI tidak lantas menjadi masalah.

Berkaitan dengan langkah hukum yang akan dilakukan pemerintah, KontraS menyambut baik. Namun demikian, mereka meminta agar pemerintah menguji lebih dulu sangkaan yang dituduhkan kepada HTI. ”Sajauh mana yang dianggap mengancam keselamatan negara? Sejauh mana mengganggu keselamatan publik dan sebagainya? Kami minta itu diuji lebih dulu,” terang Yati. Tentu saja itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku. (wan/jun/syn/rie)

0 Komentar