Bertekad Jaga Tujuh Anak Laut hingga Lulus Kuliah

Haryono Sri Bijawangsa
DINARSA KURNIAWAN/JAWA POS
BIKIN KONFERENSI: Haryono Seri Bijawangsa menjadi satu-satunya anak laut yang bergelar master.
0 Komentar

Dia menyebutkan, menjaga para pemuda itu agar tetap kuliah bukan hal yang mudah. Sebab, banyak di antara mereka yang sudah diminta keluarganya untuk kembali membantu pekerjaan orang tua sebagai nelayan.

Selain pendidikan, soal kesejahteraan juga menjadi perhatian Haryono. Antara lain, ketersediaan air bersih. Orang-orang di sana hanya mengandalkan penampungan air hujan sebagai sumber air bersih. Masalahnya, jika kemarau panjang datang, orang-orang di sana pasti bakal mengalami kesulitan air bersih.

Hal berikutnya adalah kebudayaan. Dia merasa prihatin karena kini tidak banyak anak Suku Laut yang bisa berbahasa laut. Karena itulah, Haryono akan mengupayakan agar bahasa Suku Laut masuk dalam muatan lokal di sekolah. Sebagai catatan, bahasa laut memang berbeda dengan bahasa Melayu pada umumnya.

Baca Juga:Dahulukan Naskah Daerah KhususJaring Bibit Atlet lewat Kejuaraan

Melihat sejumlah fakta itulah, bersama rekan-rekannya sesama orang laut, Haryono mendirikan Lembaga Adat Budaya dan Bahasa Orang Laut Indonesia (LABBOLI) pada 2014. Lembaga tersebut aktif memberikan edukasi kepada orang-orang laut demi mendapat kehidupan yang lebih baik.

’’Misalnya, orang laut masih percaya dukun. Kami pelan-pelan memberikan pengertian agar mereka lebih rasional dalam menjalani hidup,’’ urainya.

Soal rasionalitas, Haryono mengakui, orang laut memang kerap tidak rasional, bahkan menjurus konyol. Dia sendiri pernah menjadi korban kekonyolan orang tuanya. Salah satunya mengenai nama yang disandangnya.

Ketika ditanya kenapa namanya kok Jawa banget, dia menjawab, orang tuanya terinspirasi nama seorang menteri pada era Orde Baru, Haryono Suyono.

Menurut Haryono, soal nama anak, Suku Laut memang tidak punya pakem. ’’Tergantung lagi musim apa. Kalau lagi musim India, ya banyak bayi yang dikasih nama India,’’ katanya, lantas tertawa. ’’Saya ada teman, anak Suku Laut, namanya Amitabh Bachchan. Dia lahir pas film India sedang booming di sana.’’

Bukan hanya itu, banyak hal yang bagi orang lain dianggap biasa, tapi bagi orang laut dianggap luar biasa. Misalnya, binatang kurban. Maklum, sampai saat ini, banyak orang laut yang belum pernah melihat kambing atau sapi. Karena itu, saat binatang kurban tersebut dibawa ke perkampungan orang laut, orang-orang di sana mendadak heboh.

0 Komentar