Penanganan serupa dilakukan pascabanjir di Cilimus, Patalagan Kecamatan Pancalang. Yakni penanganan longsornya TPT di jalan lingkar timur Sampora serta robohnya pagar di depan SMKN 1 Cilimus.
Melalui instansi terkait, penanganan langsung dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Namun begitu, Acep meminta masyarakat ikut serta menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
”Saya selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai. Ini akan menimbulkan pendangkalan dan membuat lingkungan tidak sehat. Buang sampah ke tempatnya, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan,” ajaknya.
Baca Juga:Masyarakat Harus Pahami Kinerja DewanTol Cisumdawu Segera Dibangun
Dalam kesempatan itu, bupati juga menyoroti kejadian amblasnya jalan nasional di Desa Kawahmanuk. Terputusnya jalan penghubung antarkabupaten tersebut menyebabkan lumpuhnya arus lalulintas antara Kuningan-Cikijing-Ciamis.
”Saya sudah bertemu dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PU-PERA Pak Ari Setiadi Moerwanto dan Kepala BBPJN VI Bambang Hartadi. Pada kesempatan pertemuan itu, saya minta kepada Kementrian PU-PERA untuk melakukan percepatan penanganan longsoran jalan nasional di Desa Kawahmanuk, Kecamatan Darma,” sebutnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kuningan Jajat Sudrajat menambahkan, pihaknya juga meminta pemerintah pusat untuk segera memperbaiki kerusakan jalan nasional. Selain itu pemeritah daerah juga mengajukan permohonan pembangunan tujuh jembatan gantung terutama di beberapa aliran sungai.
”Untuk jalan lingkar timur Sampora-Ancaran kemungkinan di tahun 2018 akan ditangani Kementrian PU-PERA, dan statusnya berubah menjadi jalan nasional. Namun ada syarat administrasi yang harus ditempuh oleh pemerintah daerah,” pungkas Ajat. (*)
