Dengan formasi ini, Bayern lebih seimbang dalam menyerang dan bertahan. Celah pada sisi kiri bisa jadi opsi bagi Bayern menjebol gawang David Ospina. Statistik sudah menunjukkan Arsenal kerap kebobolan dari skema serangan dari sisi kiri. Celah itu yang bisa dimanfaatkan penjelajah sisi kiri pada area pertahanan Arsenal seperti Arjen Robben.
Dikutip Goal, striker Bayern Robert Lewandowski enggan melihat di mana sisi kelemahan yang dimiliki The Gunners – julukan Arsenal. Menurut Lewy, sapaan akrabnya, lebih baik Bayern fokus 100 persen pada permainannya sendiri. ”Mereka (Arsenal) punya banyak pemain bagus.Mereka tahu betapa pentingnya main di Liga Champions. Kami harus konsen pada diri kami sendiri. Apabila kami bermain bagus, maka Arsenal mungkin tidak akan mampu membuat banyak peluang,” tutur penyerang Polandia itu.
Akan tetapi, Arsenal tidak bodoh. Begitu pun Arsene Wenger, nahkodanya. Sebelum bertolak ke Muenchen, Wenger sudah memahami kelemahan pemainnya adalah menciptakan gol pembeda. Dalam laga-laga domestiknya, jumlah tembakan yang dilakukan Laurent Koscielny dkk lebih sering melayang ketimbang berbuah gol.
Baca Juga:Masyarakat Bisa Pantau Hasil PemilihanPasrah, Ajak Warga Tak Golput
Terlebih, tentunya kekhawatiran Arsenal bakal melanjutkan tren kutukan pertemuannya dengan Bayern. Setiap kali bersua Bayern di fase knockout, Arsenal selalu tersingkir. Tiga kali bersua di dalam fase 16 Besar, tiga kali pula Arsenal harus terhenti. Antara lain pada edisi 2004-2005, lantas 2012-2013, dan terakhir pada musim 2013-2014.
Bedanya, tiap kali tersisih, dua di antaranya Arsenal bermain home terlebih dahulu. Sehingga, di leg kedua di kandang Bayern ambisi Arsenal kerap pupus. Beda dengan musim ini. Arsenal lolos babak 16 Besar sebagai pemuncak klasemen, sehingga dapat keuntungan bermain home di leg kedua. Nah, itu yang akan dimanfaatkan Wenger. ”Itu peluang bagus bagi kami,” ucap Wenger dalam konferensi pers di London Colney, kamp latihan Arsenal.
Bagaimana cara Arsenal memanfaatkan keuntungan itu? Arsenal akan bermain tak seperti biasa. Tidak bermain dengan sepak bola menyerang seperti yang diinginkan Vidal. ”Penting bagi kami melindungi leg kedua nanti. Itu sangat penting (jika ingin lolos ke perempat final). Di sana (Muenchen) kami tidak akan bermain terlalu tinggi, dan bertahan lebih bagus sebagai tim,” tambahnya dikutip situs reski klub. (ren/rie)
