Sempat Waswas, Ternyata Dijadikan Inspirasi Gerakan Angkot Pintar

Sempat Waswas, Ternyata Dijadikan Inspirasi Gerakan Angkot Pintar
NAWWAR HILMAN/BANDUNG EKSPRES
TAK HENTI BELAJAR: Pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Huda Kota Bandung Rosihan Fahmi(paling kiri) meluangkan membaca buku di halte saat menunggu angkutan umum belum lama ini.
0 Komentar

”Mereka tidak cukup hanya sekedar diperintah, disuruh atau didoktrin saja. Yah! Pikiran saya harus dimulai dari diri saya sendiri. Saya harus membuat cara melingkar untuk meningkatkan budaya baca disebuah pesantren. Pada akhirnya saya menciptkan sebuah gerakan Rindu Menanti (RM) hingga melahirkan pula Antar (Angkot Pintar),” beber dia.

Rindu Menanti RM sendiri adalah sebuah gerakan untuk menebarkan virus membaca, bukan hanya kepada para santri bahkan kepada seluruh masyarakat terkhusus bagi mereka pengguna halte. Para relawan RM ini bergerak di halte-halte kota Bandung dengan menyuguhkan bahan bacaan, niatan mereka membantu para penunggu bus atau angkot untuk mengusir rasa jenuh dengan membaca.

Setahun berdiri RM ternyata terhendus oleh Dishub Kota Bandung, yang mana belau juga sangat mendukung gerakan ini. ”Saya kira dengan terciumnya gerakan RM ini oleh Dishub Kota Bandung akan dibubarkan. Tapi ternyata malah melahirkan gerakan baru yang masih berhubungan dengan RM yaitu Antar (Angkot Pintar),” ucapnya.

Baca Juga:30 Persen Pejabat Mangkir Saat Uji Emisi Mobil DinasJumlah PMKS 510.890 Orang

Begitu pun dengan AnTar, gerakan ini juga masih sama dengan RM, basisnya menebarkan virus membaca, dengan membuat perpustakaan mini didalam angkot. Sudah sekitar 20 angkot yang didalamnya sudah tersedia buku. Dan menurutnya juga kenapa memilih kendaraan angkot ketimbang bus, yaitu untuk memulihkan citra angkot yang negatif dikalangan masyarakat.

”Saya ingin merubah citra buruk angkot yang katanya kumuh, penyebab kemacetan, keamanannya tidak bagus dan katanya pula akan dihilangkan,” imbuhnya.

Begitulah serangkaian kisah seorang Rosihan Fahmi dari sosok seorang kepala sekolah hingga sampai penggagas gerakan Rindu menanti dan Antar. Kesemuanya itu adalah untuk memakmurkan pesantrennya. Dan dari pesantren untuk masyarakat yang sering dia katakan sebagai Pesantren For Change. (*/fik)

0 Komentar