Dalam surat terbuka yang ditulis langsung, Saba membeberkan situasi dalam keluarga yang menjadi alasan gagal bergabung bersama Persib. Dia mengaku saat ini istrinya tengah mengandung anak pertama dan dia berusaha untuk tetap bersama dengan pujaan hatinya tersebut.
”Saya dan tunangan saya akan memiliki bayi tahun ini. Satu dari perhatian utama saya, adalah kami akan pergi sangat jauh dari rumah dan sangat jauh dari keluarga kami, dan ini bisa membuat masalah besar untuk kehamilannya (tunangannya), dalam hidup kami dan performa saya di lapangan juga. Dan kami tak inginkan itu,” tulis Saba.
Pemain yang pernah membawa klub asal Australia, Western Sydney Wanderers juara Liga Champions Asia pada musim 2014-2015 ini mengaku, telah melakukan komunikasi dengan salah satu pemain Persib. Hal itu dilakukan guna mengetahui kultur sepakbola di Bandung termasuk para suporter Persib.
Baca Juga:P3D Kebut, Pengalihan Aset Pasca SOTKJam Kosong Disukai Siswa, Sekolah Belum Jadi Tempat Menyenangkan
Selain itu, faktor usia pun diakui Saba menjadi salah satu pertimbangan. Sebab, di usia yang mau mrmasuki 27 tahun, Saba masih memiliki kesempatan untuk berkiprah di Eropa atau Amerika Selatan.
”Jika saya berusia 29/30 tahun itu akan lebih mudah (untuk mengambil keputusan),” lanjut pemain kelahiran Rio de Janeiro ini.
Sementara itu, Saba menegaskan bahwa selain Persib tidak ada klub lain di Asia Tenggara yang melakukan negoisasi. Namun keadaan tersebut nampaknya membuat Persib harus bersabar untuk bisa menggunakan jasa Saba. ”Sayangnya, ini adalah waktu yang tidak tepat dalam kehidupan pribadi saya untuk mengambil langkah ini,” pungkasnya. (bbs/rie)
